Sudah berbulan-bulan Abel tidak mendapatkan pekerjaan. Ia sudah melamar ke banyak penyalur pengasuh, tetapi tak satu pun memberi kabar.“Hff… sampai kapan begini?” gumam Abel sambil menyapu halaman rumah.Saat itu pula, sosok yang sangat ia pikirkan tiba-tiba muncul di depan gerbang.“Bi Olla?” Abel mengerjap, tak percaya.“Abel, kita bicara di dalam, ya,” balas bibinya, terburu-buru.Begitu pintu rumah tertutup, Bi Olla langsung bertanya, “Kamu sudah bekerja?”Abel menggeleng. “Belum, Bi. Memangnya kenapa?”Bibinya menjawab tanpa basa-basi, “Majikan Bibi—Tuan Leon—butuh pengasuh bayi segera. Bibi bilang kamu terbiasa merawat anak kecil.”Abel sempat ragu, tapi tekanan ekonomi tak memberinya pilihan.“Kalau memang ada lowongan… aku mau, Bi. Tapi aku kerjanya cuma jaga bayi, kan?”“Hanya itu,” jawab Bi Olla cepat, terlalu cepat. “Yang penting kamu siap dengan peraturan rumah itu.”“Peraturan apa?”“Nanti kamu tahu.”Tak lama mereka berangkat. Di perjalanan, Bi Olla menatap dada Abel se
Huling Na-update : 2025-11-20 Magbasa pa