Tangan Samuel menggenggam tangan Anastasya dengan lembut, mencegahnya melangkah lebih jauh sebelum Anastasya sempat berucap. Dia terdiam, menyadari dirinya sudah berdiri di depan pintu rumah, tidak punya pilihan selain masuk. Di dalam rumah itu, suasananya sunyi. Bangunan besar yang megah terasa kosong, seolah penghuninya lebih sering menghabiskan waktu di luar daripada merawat kehidupan di dalamnya. "Rumah kamu besar juga, Anastasya," ujar Samuel, matanya mengamati sekeliling ruangan dengan kagum, "Baru kali ini aku masuk ke sini, pasti menyenangkan ya, tinggal bersama mereka?"Anastasya perlahan melepaskan genggamannya dari tangan Samuel dan berjalan menjauh, "Benarkah itu yang kamu pikirkan?" jawabnya dingin. "Ya, tentu saja," balas Samuel sambil tetap memandangi bagian dalam rumah, "Kamu anak satu-satunya, walaupun anak adopsi, tapi itu malah membuat perhatian mereka sepenuhnya untukmu, hidupmu serba tercukupi, baik finansial maupun kasih
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-14 อ่านเพิ่มเติม