Nilna diam. Airmata telah menggenang di pelupuk matanya. Bayangan demi bayangan tentang penderitaan yang ia alami bersama lelaki itu, berkelebat.Sunyi kembali mengisi kamar. Nilna meneruskan langkahnya. Namun, dengan tertatih, Renji menarik tangan Nilna."Tidur di sini, Nilna. Aku hanya ingin tidur di dekatmu, dan merasakan geliak anak kita."Nilna menatap Renji sekilas, lalu merebahkan tubuhnya dengan memunggungi Renji.Renji memegang perutnya. "Nilna, dia nyapa aku."Nilna hanya mengangguk pelan, dengan air mata yang menetes. Satu tindakan Renji sekarang tak bisa menghapus luka yang sudah tertanam.Beberapa menit berlalu. Renji memeluk Nilna dengan erat, seolah ia takut Nilna akan pergi, hingga pengaruh obat membuat Renji mulai tertidur.Nilna yang tak dapat memejamkan matanya, beranjak dari tempat tidur dan duduk di dekat jendela. Tangannya mengelus perut. Bayinya bergerak kecil.Nilna berbisik pelan. "Ibu baik-baik saja." Namun, hatinya terasa kacau. Setetes airmata jatuh kembali
آخر تحديث : 2026-03-07 اقرأ المزيد