Matahari pagi di Jakarta mulai memanjat cakrawala, menyinari gerbang besi besar Mansion Varmadeo yang berdiri angkuh di kawasan elit Menteng. Sebuah mobil sedan putih mewah berhenti tepat di depan pos penjagaan.Pintunya terbuka, dan Bianca Hartanto melangkah keluar dengan dagu terangkat. Pagi ini, ia tampil sangat berbeda dari biasanya. Di tangannya, ia menjinjing sebuah kotak makan tingkat berbahan porselen yang dibungkus kain sutra bermotif bunga.Wajahnya dipoles riasan natural, seolah ia ingin menunjukkan citra gadis rumahan yang manis. Ia sedang menyusun rencana baru. Ia tahu Aira adalah tipe orang yang sulit menolak, dan ia berencana menggunakan ini untuk mendekati Adriel."Buka gerbangnya," perintah Bianca pada petugas keamanan dengan nada angkuh."Maaf, Nona. Apakah Anda sudah membuat janji? Tuan Adriel memberikan instruksi ketat untuk membatasi tamu," jawab petugas itu sopan.Bianca memaksakan senyum manis, meski matanya berkilat tidak sabar. "Aku adiknya Aira, kamu tahu itu,
Read more