แชร์

Bab 84 Rasa yang Terlupakan

ผู้เขียน: Dama Mei
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-13 22:26:56
Langit di atas pulau pribadi itu berubah warna menjadi gradasi ungu dan jingga, memantul sempurna di permukaan kolam renang infinity yang tenang. Aira masih menyandarkan kepalanya di dada bidang Adriel, menghirup aroma laut yang tertinggal di kulit pria itu. Namun, keheningan romantis itu tiba-tiba dipecah oleh suara keroncongan nyaring yang berasal dari perut Aira.

Aira tersentak dan refleks menutup perutnya dengan tangan, wajahnya merona merah karena malu. Adriel terkekeh rendah, getaran di
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 405 Semua Berdosa

    Di dalam kabin belakang ambulans yang melaju kencang, Guntur Ragendra terbaring lemah di atas brankar. Sebuah masker oksigen mengungkung wajahnya yang pucat pasi bagaikan kertas. Beberapa kabel indikator detak jantung menempel di balik kemeja, menghubungkan tubuh itu ke layar monitor portabel yang memancarkan grafik detak nadi.Dua orang dokter spesialis jantung bersama satu perawat berjuang melakukan stabilisasi darurat di sepanjang jalan.Prabu duduk berlutut di kabin ambulans yang sempit, menggenggam tangan kiri Guntur yang terasa dingin. "Tuan Besar... bertahanlah, Tuan..." gumam Prabu. "Jangan tinggalkan kami dalam situasi seperti ini. Saya mohon, Tuan Besar."Dokter spesialis di sampingnya menatap layar monitor dengan raut tegang. "Tekanan darahnya terus merosot di bawah angka delapan puluh! Kita harus mengamankan sirkulasi darah ke otak sebelum tiba di rumah sakit!""Baik, Dokter!" sahut perawat cepat, menyuntikkan cairan obat ke dalam selang infus Guntur.Ciiit!Ban mobil amb

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 404 Tidak Tahu Apa-apa

    Di ruang makan utama yang beratap tinggi, Guntur Ragendra sedang duduk di atas kursi roda mewah dengan semangkuk bubur ayam hangat yang tersaji.Lastri berdiri bersedekap beberapa langkah di samping meja makan, bersiap melayani.Prabu melangkah masuk, dan Guntur menghentikan gerakan sendoknya sejenak. Melirik Prabu dari sudut matanya.Prabu mendekat, membungkuk. "Tuan Besar Guntur. Ada hal yang gawat yang harus saya laporkan sekarang juga."Guntur meletakkan sendok ke atas mangkuk, menarik serbet dan mengusap bibirnya perlahan, lalu menatap Lastri."Lastri," panggil Guntur."Iya, Tuan Besar?" sahut Lastri seraya membungkuk hormat."Tinggalkan ruangan ini," perintah Guntur tenang, mengibaskan tangannya pelan. Lastri menelan ludahnya. "Baik, Tuan Besar."Dengan langkah cepat, Lastri mundur lalu menutup pintu ruang makan tersebut."Katakan, Prabu. Ada apa?"Prabu menarik napas dalam-dalam, mencoba mengontrol suaranya."Ini... ini mengenai situasi terbaru di Yayasan Ragendra, Tuan Besar!

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 403 Kalimat Penutup

    Di teras belakang, Aira duduk sendirian. Tangannya meremas cangkir kosong di pangkuannya, sambil menatap jauh ke arah hamparan kebun hijau. Namun pandangannya tampak kosong.Pikiran Aira masih tertahan pada peristiwa kemarin sore di hotel, ketika Selena secara mengejutkan menolak ajakannya untuk tinggal bersama.“Aku ini wanita bermasalah yang punya masa lalu kelam bersama suamimu,”Kata-kata Selena terus menggaung di benak Aira. Aira menghembuskan napas panjang. Ia memahami betul bahwa penolakan Selena karena janji masa lalu yang dibuat Selena di hadapan Leonidas Varmadeo. Selena berjanji untuk tidak lagi mengusik rumah tangga Adriel dan Aira.Nora melangkah keluar dari arah pintu dapur sambil membawa nampan kecil."Nyonya Aira," sapa Nora begitu lembut. "Minum teh hangatnya dulu, Nyonya. Dari tadi subuh setelah menyusui EJ, Nyonya cuma duduk melamun di sini."Aira tersentak pelan. Ia memutar kepala, menyunggingkan senyuman tipis."Terima kasih ya, Nora," ucap Aira pelan, meraih cang

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 402 Orang Tua Bodoh

    Pukul sembilan pagi tepat, empat orang pria paruh baya berkemeja batik sutra mahal duduk di sofa kulit di depan ruang kerja Adriel di kantor Varmadeo Group.Pintu terbuka. Marcus melangkah keluar dengan postur tubuhnya yang tinggi besar."Tuan Adriel sudah bersedia menerima kalian di dalam," ujar Marcus.Pak Kusuma dan tiga tetua lainnya seketika berdiri, hampir saja menabrak meja kopi di depan mereka.Di dalam ruang kerja pimpinan yang amat luas, Adriel duduk bersandar di atas kursi kulit hitam mewah. Pria itu tidak menyambut kedatangan para tetua dengan berdiri atau tersenyum. Pak Kusuma mendadak menjatuhkan kedua lututnya tepat tiga langkah di hadapan meja kerja Adriel. Tiga tetua di belakangnya ikut membungkukkan tubuh mereka dalam-dalam."Sir V, tolong kami!" seru Pak Kusuma . "Tolong selamatkan kami dan sisa aset Yayasan Ragendra!"Adriel menyesap kopi hitamnya secara perlahan."Selamatkan kalian?" ulang Adriel. "Sungguh menggelikan, Pak Kusuma," cemoohnya dingin. "Empat bulan

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 401 Membiarkanmu Kesepian

    Sinar matahari pagi di kawasan Ngawi terasa begitu hangat. Pendaran cahayanya menerobos masuk menembus celah gorden kamar 308, menyinari meja yang kini dipenuhi oleh coretan sketsa dan salinan dokumen.Di dalam kamar suite yang tenang itu, Aira dan Selena duduk berhadapan. Cangkir teh herbal yang sudah mendingin tergeletak di samping laptop milik Selena.Selena menggeser sebuah bagan alur. Tangannya bergerak sangat cepat."Berdasarkan analisis dan pola transaksi yang kuperiksa sepanjang malam, titik terlemah dari seluruh pergerakan ini sama sekali bukan pada Dimitri."Aira mencondongkan tubuhnya ke depan, mendengarkan. "Lalu di mana letak celah terbesarnya?"Selena menyunggingkan senyuman dingin."Celah terbesarnya ada pada emosi Valerie Collins," jawab Selena yakin. "Valerie adalah wanita narsistik yang bertindak berdasarkan obsesi dan ketergantungan pada pria. Dia tidak pernah menggunakan logika. Valerie membantu Dimitri karena rasa cemburunya padamu dan haus akan pengakuan."Selena

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 400 Merusak Momen

    Valerie Collins melangkah masuk ke dalam unit apartemen mewahnya. Langkah kakinya terasa begitu kaku dan berat. Tas belanjaan dari restoran Tionghoa mewah yang sempat dibawanya keliling tadi siang dijinjingnya dengan lemas, sebelum akhirnya diletakkan secara kasar di atas meja konsol dekat foyer.Valerie meremas pelan keningnya yang mendadak nyeri. Gema suara Adriel terus berputar tanpa henti di dalam benaknya."Bagaimana mungkin ayahmu, Gideon Collins, begitu bodoh mengira Aira benar-benar melarikan diri ke Swiss?""Dimitri yang kamu agungkan itu... saat ini sedang menyusun dokumen untuk melimpahkan seluruh tuduhan lima puluh miliar itu atas namamu sebagai tersangka tunggal, demi menyelamatkan dirinya sendiri.""Tidak... Tidak mungkin..." gumam Valerie. "Adriel pasti berbohong. Pria itu sengaja mengadu domba aku dan Dimitri!"Valerie menghembuskan napas panjang, mencoba memenangkan detak jantungnya yang memburu kencang. Ia melangkah perlahan menembus lorong tengah, melepas blazer.Na

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 3 Keluarga Varmadeo

    Pagi itu Aira dibawa Marcus ke sebuah suite megah di hotel bintang lima. Di sana, tim perias terbaik negeri ini sudah menunggu.Aira terpaku. Ia mengenali mereka. Mereka adalah perias selebritas, desainer pemenangpenghargaan, dan hairstylist yang biasa muncul di acara penghargaan besar.Seorang pr

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 2 Pilihan Sederhana

    Setelah pertemuan singkat tapi menegangkan dengan asisten Sir V, Aira pulang.Berhadapan dengan asistennya saja sudah begitu menakutkan, apalagi Sir V langsung.Aira membuka pintu ruang kerja ayahnya dan melihat Adrian duduk dengan wajah penuh tekanan. Marissa dan Bianca juga ada di sana.“Bagaiman

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 1 Lebih Berguna

    Di depan rumah, sebuah mobil hitam panjang dengan kaca gelap sudah menunggu. Marissa dan Bianca, ibu tiri dan saudari tiri Aira, memperhatikannya dari teras, seolah ini hiburan terbaik mereka dalam setahun terakhir.Sementara Aira menelan ludah, lalu membuka pintu mobil dengan tangan gemetar.“Sela

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status