MasukAndriyan tidak menyangkal. Dia membalas sambil mengangguk, "Ya, tempat seperti itu."Kelvin sontak mengernyit. Dia bertanya, "Kamu dan Kesya, jangan-jangan kenalnya di sana?"Andriyan menjawab sembari mengangguk, "Dengar dulu ceritaku."Keduanya kembali menatap Andriyan!"Itu pertama kalinya aku pergi ke tempat seperti itu." Andriyan memberi tahu, "Jujur saja, aku cukup ganteng, ditambah latar belakang keluargaku dulu juga bagus. Sejak dulu, ada banyak wanita yang mendekatiku. Bahkan di antara mereka, banyak yang dianggap cantik bak dewi oleh orang lain. Tapi entah kenapa, aku sama sekali nggak tertarik pada mereka.""Sialan," maki Kelvin. Dia merasa Andriyan sudah terlalu pamer.Andriyan melanjutkan, "Tapi waktu itu ... aku langsung tertarik pada Kesya. Di tempat seperti itu, aku justru bertemu seorang wanita dengan tatapan yang sangat bersih. Kedengarannya memang aneh.""Waktu itu pertama kalinya Kesya bekerja di sana. Dia baru 18 tahun. Cantik dan punya aura yang sangat polos." Andr
Kelvin melambaikan tangannya sambil berkata, "Kalau begitu aman. Kamu fokus saja belajar dan berlatih. Soal uang dan Pil Pemulih Yuan, aku yang tanggung. Nanti saat kamu mau menerobos, Pil Pemeliharaan Spiritual juga bisa aku sediakan!"Mendengar janji itu, Usnandi hampir menangis lagi karena terharu.Kelvin langsung merasa tidak tahan dan cepat-cepat menghentikannya.Saat itu, ibu Andriyan membawa beberapa camilan malam.Walaupun kondisi hidup mereka tidak terlalu baik, Andriyan sendiri tidak kekurangan uang. Jadi, soal makan dan minum tetap cukup layak.Mereka pun duduk, lalu Kelvin membantu mengobati luka Andriyan. Lukanya cukup parah. Hanya dengan satu serangan, wanita tua itu sudah melukai organ dalamnya dengan serius.Niveria mengenal orang tua Andriyan, jadi dia pergi mengobrol dengan ibunya. Sementara itu, Regina tidak masuk ke dalam.Di halaman, hanya tersisa Kelvin, Andriyan, dan Usnandi yang duduk berhadapan.Kelvin melihat sekeliling, lalu bertanya, "Eh, pacar sama adikmu m
Mendengar kata-katanya, Kelvin langsung merinding.Seharusnya menggunakan kata "menanggung hidup" saja. Kenapa orang itu malah menggunakan kata "menghidupi"? Apalagi, dia ini seorang pria! Kesannya jelas menjadi berbeda.Mereka lalu mengobrol lebih lanjut. Dari situ, Kelvin mulai memahami orang ini dan merasa sedikit akrab dengannya.Namanya Usnandi. Dia adalah jagoan Tahap Pembukaan Batin tingkat tiga. Gurunya adalah seorang pesulap jalanan, tetapi sebenarnya trik yang digunakan berasal dari formasi.Gurunya juga seorang ahli formasi level dua. Hanya saja, mempelajari formasi itu sangat menguras biaya.Gurunya berkeliling ke berbagai tempat dan tampil sebagai seniman jalanan untuk mengumpulkan uang. Setelah punya sedikit tabungan, uang itu langsung dihabiskan lagi untuk meneliti teknik formasi. Sepanjang hidupnya, dia tidak pernah berhasil menembus level tiga.Padahal setelah mencapai level tiga, formasi baru benar-benar memiliki kegunaan besar.Itu sebabnya, gurunya hidup dalam kesul
Kelvin mengangguk. Dia turun dari mobil bersama Niveria. Di dekat mobil, Regina melayang di udara.Setelah meminum Pil Penguat Jiwa, kondisinya sudah pulih cukup banyak. Bagi kultivator hantu seperti dia, pil itu benar-benar seperti obat suci.Berhubung Regina tidak memiliki tubuh fisik, dia memang bisa melayang secara alami.Setelah turun, Kelvin menelepon Andriyan. Tak lama kemudian, Andriyan keluar dari sebuah gang dan berucap, "Ikuti aku!"Mereka pun berjalan masuk ke dalam gang."Kenapa kamu tinggal di tempat seperti ini?" tanya Kelvin.Andriyan berbicara sambil tersenyum pahit, "Setelah Keluarga Jahan tahu aku sudah kembali, mereka pasti nggak akan membiarkanku begitu saja. Sialan! Aku pikir setelah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual, aku sudah cukup kuat untuk melawan mereka. Soalnya, tahapan itu cukup jarang di kota seperti ini.""Siapa sangka wanita tua di Keluarga Jahan ternyata sekuat itu," lanjut Andriyan sambil tersenyum pahit. "Sepertinya, menjatuhkan Keluarga Jahan ja
Di sekitar itu terlihat kawasan yang tua dan kumuh, penuh rumah-rumah rendah yang sudah usang, dengan lampu-lampu kuning redup yang berkedip.Saat Kelvin turun dari mobil, dia melihat seorang pemuda berpakaian rapi dengan jas. Orang itu membawa tas di punggungnya. Dengan tubuh yang terlihat lelah, dia berjalan pelan sambil membawa beberapa sayuran menuju deretan rumah itu.Miguel memarkir mobil, lalu berucap sambil melihat ke dalam kawasan, "Daerah ini termasuk kawasan paling murah di Kota Yanir. Dulu, penduduk aslinya sebagian besar sudah pindah. Sekarang, yang tinggal di sini kebanyakan pekerja dari luar kota."Kelvin terdiam.Miguel melanjutkan, "Tempat ini termasuk pinggiran jauh yang nggak punya nilai untuk dikembangkan, jadi rumah-rumah lama ini tetap dibiarkan. Penghuninya sekarang ada pekerja kasar, juga ada lulusan baru dari luar kota. Tentu saja, sebagian besar tetap buruh.""Mereka bekerja di pusat kota. Waktu yang dihabiskan di perjalanan bisa lima sampai enam jam setiap ha
Raut wajah Miguel berubah-ubah. Dia berkata dengan nada serius, "Kalau yang kamu katakan benar ... masalahnya benar-benar besar.""Sudah sampai seperti ini, kalian masih nggak bertindak terhadap Keluarga Jahan?" tanya Kelvin."Kelvin, soal Keluarga Jahan, ada hal-hal yang nggak bisa kujelaskan secara terbuka. Untuk bertindak terhadap mereka, harus ada bukti yang jelas. Tapi, kamu sudah memberi petunjuk penting. Kalau organisasi Nomor 0 dan Keluarga Jahan memang terhubung ...." Miguel berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Aku akan segera mencari cara untuk menangani mereka.""Kemunculan kultivator iblis di Kota Yanir ini sangat serius." Miguel berucap lagi sambil berpikir, "Sepertinya, aku harus memanggil Felix ke sini.""Sekarang giliran kamu. Coba ceritakan temuanmu," kata Kelvin.Miguel menimpali sambil mengangguk, "Oh ya, ada formasi di toko serba 20 ribu itu. Aku sudah mengeceknya. Kalau nggak salah, salah satu penanggung jawab organisasi Nomor 0 di Kota Yanir adalah seorang ahli fo
"Sebelum kamu dibunuh, kamu akan dibuat pingsan dulu. Setelah itu, akan ada orang yang membantu agar kamu dan Tia berhubungan." Usai berkata demikian, tatapan Charles perlahan menjadi dingin. Dia melanjutkan, "Aku sebenarnya nggak mau bertindak sampai sejauh ini. Tapi Nak, kamu benar-benar nggak tah
Apalagi Karlo sama sekali tidak tahu bahwa masih ada seorang leluhur yang hidup di Keluarga Lorenz.Di sisi lain, Albus memegang mikrofon. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Para hadirin sekalian, tentu ada alasan aku mengundang kalian semua berkumpul di sini hari ini. Pertama, karena sudah cukup l
Adrian menatap ke arah Kelvin. Wajah dan sorot matanya dipenuhi keputusasaan, ketakutan, dan amarah!Yang membuat Adrian putus asa adalah karena dia mengira rencana yang disusunnya kali ini sudah sempurna tanpa celah. Namun kenyataannya, Kelvin justru berhasil membalikkan keadaan.Awalnya setelah te
Ini benar-benar seperti orang mengantuk yang langsung diberi bantal. Kebetulan sekali, Kelvin memang juga berencana pergi ke Kota Lamur. Dia pun menyetujui sambil mengangguk, "Pas banget, aku juga ada urusan di Kota Lamur. Kapan kita berangkat?""Sekarang? Sebentar lagi aku jemput kamu di depan wism







