"Gak apa-apa, Pak," cicit Ellena. "Saya… cuma kaget bapak tiba-tiba cium saya.""Kamu gak perlu kaget, Elle, kita juga ciumannya gak pake perasaan," kata Reon datar. Bola mata hitamnya bertemu dengan netra sekretarisnya. "Saya cuma berpikir dengan ciuman bisa bikin kamu kasih tandanya lebih real," imbuh Reon, ibu jarinya mengelus sisi pinggang Ellena dan sedikit memberikan tekanan. Ellena menarik napas tipis lalu mengangguk kecil. Tatapannya turun ke bawah, menghindari mata Reon. Jadi tidak cuma makan malam, tapi Reon berencana tidur juga dengan Graciella. Ellena merasa dadanya sesak mengetahui hal itu. "Baik, Pak, saya mengerti," tutur Ellena pelan. Dia masih menunduk, berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang murung. Dalam jarak mereka yang semakin menipis, satu tangan Reon terangka pelan, menyentuh dagu Ellena dan mengangkat wajah gadis itu agar menatapnya. "Kalau begitu, berikan tanda kamu, Elle." Suara berat Reon serak. Tatapannya tajam, dalam dan penuh tuntutan. Ellena be
Last Updated : 2025-12-25 Read more