"Pa, Papa mau ke mana malam-malam begini?" tanya Saka tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi di ruang tengah."Cari angin sebentar," jawab Antonio singkat sembari merapikan kerah jaket kulitnya."Oh ya, Pa... aku mau bilang, Sabtu ini aku berencana mengajak Karin jalan," tambah Saka, kali ini menoleh dengan rona harap-harap cemas."Memangnya dia mau?" Tanya nya. Seingatnya, Karin selalu menolak putranya untuk mendekat. "Belum tahu, sih. Tapi kalau aku coba bicara lagi, mana tahu nanti dikasih kesempatan, kan?" Jawab Saja, jujur dia ragu, tapi dia yakin akan berusaha mendekati Karin bagaimanapun caranya. Antonio hanya mengangguk sekali sebagai respons. Saka tahu ada sesuatu yang sedang berputar di balik sikap tenang ayahnya, namun selama nyawa sang papa tidak terancam, Saka memilih untuk tidak terlalu memikirkan. Baginya, Antonio adalah benteng yang tak tergoyahkan.Sesampainya di sebuah sudut kota yang sepi dan tersembunyi, Antonio menyerahkan sebuah amplop cokelat be
اقرأ المزيد