Rama menuruni tangga dengan kepala terasa pening mendengar ocehan sang istri. Biasanya, ia akan manut dan menikmati setiap omelan Nadia, tapi kali ini rasanya berbeda. Entah kenapa, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, meski ia sendiri belum paham apa. “Eh, Bu,” ucap Rama kaget saat mendapati mertuanya duduk di meja makan sambil memegang segelas air putih dingin. “Loh, Ram. Ngapain ke sini? Istrimu sudah nggak marah?” tanya Alya. Rama mengangguk sambil tersenyum kecil. Ia melangkah mendekat ke arah sang mertua, yang entah kenapa semakin hari terlihat makin cantik dan menarik saja di matanya. “Sudah, Bu. Katanya haus. Aku disuruh ambilin minum sebagai bentuk minta maaf,” jawab Rama polos, membuat Alya menggelengkan kepala geli melihat tingkah mereka berdua. “Kok kamu manut aja sih?” goda Alya. “Ya mau gimana lagi, Bu. Aku orangnya nggak suka ribet, nggak mau debat panjang. Kalau Nadia jadi tenang dan senang dengan cara begitu, ya sudah… aku turutin aja,” jawab Rama santa
最終更新日 : 2025-12-28 続きを読む