“Tadi Bu Anita datang ke sini, Pak. Dia bawain makanan banyak banget buat Bapak,” ucap salah seorang karyawan, berusaha mencuri perhatian Rama. Rama hanya mengangguk pelan. Pikirannya tak di kantor, melainkan pada kehangatan dan wangi parfum Alya tadi pagi. Deretan makanan di mejanya tak lebih menarik dari bayangan mertuanya. “Bagikan saja semuanya ke yang lain,” ujar Rama singkat, lalu melangkah menuju dapur kantor untuk mencari kopi. Di dapur, ia berpapasan dengan Baron yang menatapnya penuh ejekan. Rama tak peduli. Sambil menyesap kopi pahitnya. Ucapan mertuanya tentang ibunya kembali terlintas di benaknya.Ia alya pernah menasehati rama untuk jangan pernah lupa pada ibu nya sendiri,bahkan alya menyuruh rama untuk sesekali berkunjung ke sana. “Benar juga,” lirihnya. Ia mengangguk kecil, seolah menguatkan keputusan sendiri. “Baiklah, nanti aku ke sana,” gumamnya lagi. Rama merogoh saku celananya, mengambil ponsel, lalu mengirim pesan. Entah kenapa, kali ini ia memilih
最終更新日 : 2025-12-30 続きを読む