NADIA- 12 Sabar Davin masuk rumah dengan langkah berat. Hari ini sidang di pengadilan seperti memakan seluruh tenaganya. Jas yang sejak pagi ia kenakan dilepas dan dilempar ke sofa.Baru hitungan detik memejam, bel rumah berbunyi. Dengan malas diambilnya ponsel di saku. Dari rekaman CCTV ia melihat Selina berdiri di sana. Saat bersamaan panggilan masuk. Malas, tapi tetap dijawab. "Halo.""Aku di depan, Sayang."Davin masih diam. Dia lelah dan tidak ingin diganggu. "Oh, ternyata pagarnya nggak kamu kunci. Aku masuk, ya." Suara manja itu terhenti dan berganti detak hak sepatu Selina terdengar menjejak lantai teras. Wanita itu masuk dengan senyum cerah, membawa dua paper bag berisi roti, makanan, dan salad kesukaannya sendiri."Sayang, aku bawain makan malam," ucapnya riang. "Kamu pasti capek banget, ya?" Selina duduk tepat di sebelahnya setelah menaruh bawaannya di meja. Dia tersenyum manis seolah mencoba memberikan empati. Meski dadanya dibakar cemburu. Kenapa Davin sampai menggagal
Dernière mise à jour : 2025-12-20 Read More