Hana masih menatap Rusdi dengan mata berkaca-kaca. Cerita tentang ibu Rusdi yang sakit benar-benar menyentuh hati gadis desa yang lembut itu. Tanpa sadar, pegangan tangan Hana di lengan kekar Rusdi semakin erat, seolah ingin menyalurkan kekuatan. "Mas Rusdi yang sabar ya," ucap Hana lembut. "Hana yakin ibunya Mas pasti sembuh kalau punya anak berbakti kayak Mas." Rusdi hanya mengangguk pelan, lidahnya terasa kelu. Dia merasa semakin berdosa. Di saat dia berbohong dan menutupi aibnya, gadis ini malah menatapnya seperti pahlawan. Tiba-tiba, Hana menggeser duduknya lebih rapat lagi. "Dulu di kampung, kalau Hana lagi sedih atau capek, nenek suka peluk Hana," gumam Hana polos. "Rasanya tenang banget, Mas. Mas Rusdi mau Hana peluk? Biar capeknya hilang." Belum sempat Rusdi menjawab atau menolak, Hana sudah bertindak. Gadis itu memiringkan tubuhnya dan langsung memeluk lengan kanan Rusdi erat-erat. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Rusdi yang lebar. "Yang kuat ya, Mas ...," bisik Hana
Last Updated : 2026-01-07 Read more