Qu Liang berdiri kaku di hadapan Shen Lihua, sosoknya tampak jauh berbeda dari pria gagah yang pernah ia kenal. Di sisinya, Nyonya Tua Qu berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk, napasnya berat, seolah usia dan penyesalan telah menekan pundaknya tanpa ampun. Wajah Qu Liang terlihat pucat, jauh lebih pucat dari sebelumnya, dan kerutan samar kini tergambar jelas di sudut mata serta dahinya. Sejak awal, Lin Ye Su telah melarang pertemuan ini. Ia tahu betul luka seperti apa yang pernah ditinggalkan oleh Jenderal Qu dalam hidup Shen Lihua. Namun, Shen Lihua tetap bersikeras. Dia ingin menyelesaikan masa lalunya, agar semuanya usai, guna membalasa rasa sakit di hatinya. Kini mereka berdiri berhadapan. Angin berembus pelan, mengibaskan ujung lengan baju mereka, membawa suasana menjadi semakin tegang. Lin Ye Su berdiri di belakang Shen Lihua, tubuhnya tegap bagai tembok yang tak tergoyahkan. Kedua tangannya terlipat di depan dada, tatapannya dingin dan tajam, penuh kewaspadaan, seolah
Read more