Saat Lucian kembali masuk ke dalam kamar, pemandangan di depannya membuat hatinya menghangat.Sienna sudah bangun. Wanita itu duduk di tengah tempat tidur dengan selimut yang menutupi hingga pinggangnya, matanya mengerjap-ngerjap pelan menahan kantuk, dan rambut pirangnya sedikit berantakan. Wanita itu terlihat begitu polos.Lucian berjalan mendekat, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang jarang ia perlihatkan."Tidurlah kembali jika kau masih lelah." ucapnya lembut. "Hari masih terlalu pagi."Sienna tersentak kecil, lalu buru-buru menggelengkan kepalanya dan menegakkan punggungnya."Ah... tidak apa, Tuan Duke," jawabnya sambil berusaha mengendalikan ekspresinya. "Saya sudah cukup tidur."Lucian tidak mendebatnya. Pria itu duduk di tepi tempat tidur, menatap wajah Sienna dengan begitu intens, membuat pipi wanita itu merona. Perlahan, Lucian mengangkat tangan kanannya, berniat membelai pipi Sienna.Namun, sebelum jari-jari kasar itu menyentuh kulit halusnya, mata Sienna justru terpa
Dernière mise à jour : 2026-01-22 Read More