Share

BAB 50

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-23 22:33:55

"Ini."

Siang itu, Lucian mendatangi Sienna yang sedang duduk di dekat jendela. Tanpa basa-basi, pria itu menyodorkan sebuah kantong beludru kecil berwarna biru gelap ke hadapan Sienna.

Sienna menatap benda itu dengan bingung, lalu beralih menatap wajah Lucian.

"Apa ini, Tuan Duke?"

"Ambillah" perintah Lucian singkat.

Dengan ragu, Sienna menengadahkan kedua tangannya. Saat kantung itu jatuh ke telapak tangannya, Sienna terkejut merasakan bobotnya yang cukup berat. Suara gemerincing logam yang be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 239

    Di lorong istana yang temaram, alunan musik dari aula dansa hanya terdengar seperti dengungan samar. Lady Lesley, yang baru saja berniat kembali ke kamarnya setelah turun sebentar ke pesta untuk mencari udara segar, tiba-tiba menghentikan langkahnya.Matanya membelalak melihat dua sosok yang berlari tergesa-gesa dari arah tangga pelayan. Itu adalah Marta, pelayan pribadi Permaisuri, yang berlari nyaris kehabisan napas mengikuti langkah lebar Tabib Kepala istana di depannya."Marta! Tuan Tabib!" seru Lesley, buru-buru mengangkat gaunnya dan berlari menghampiri mereka. Wajah kikuknya seketika berubah tegang. "A-ada apa ini? Mengapa kalian terburu-buru sekali?"Marta menghentikan langkahnya sejenak. Wajah pelayan muda itu pucat pasi dan dipenuhi kepanikan. "Lady Lesley... Yang Mulia Permaisuri. Beliau tiba-tiba terserang demam yang sangat tinggi. Tubuhnya menggigil parah.""Demam tinggi? Tapi tadi di aula beliau hanya mengeluh sakit kepala!" Lesley tersentak mundur, tangannya refleks m

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 238

    Di dalam kamar utama kekaisaran yang temaram, keheningan dipecahkan oleh suara batuk yang tertahan."Uhuk!"Sienna terbatuk kecil, memegangi dadanya yang mendadak terasa luar biasa sesak. Ia memejamkan mata rapat-rapat, merasakan gelombang panas yang aneh mulai merayap naik dari leher hingga ke wajahnya. Keringat dingin sebesar biji jagung bermunculan di pelipisnya. Kenapa tubuhnya tiba-tiba terasa begitu lemah? Rasa sakit di kepalanya kini berubah menjadi demam yang membakar kewarasannya. Darimana sebenarnya semua rasa sakit ini berasal?Melihat wanita yang ia layani meringkuk kesakitan, Marta yang sedang merapikan perapian segera berlari menghampiri sisi ranjang."Yang Mulia? Apa Anda tidak apa-apa?" tanya Marta dengan suara bergetar panik.Wanita paruh baya itu buru-buru menempelkan punggung tangannya ke dahi sang Permaisuri. Begitu kulit mereka bersentuhan, mata Marta membelalak lebar. Suhu tubuh Sienna terasa seperti bara api."Astaga! Tubuh anda panas sekali, Yang Mulia!" ser

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 237

    Setelah langkah-langkah tergesa menyusuri lorong istana yang dingin, Sienna akhirnya tiba di kamar utama kekaisaran. Pintu kamar utama istana itu ditutup rapat, mengisolasi kebisingan pesta dansa dari pendengarannya.Dengan napas yang masih tersengal dan peluh dingin membasahi pelipisnya, sang Permaisuri membiarkan tubuhnya ambruk ke atas kasur berlapis kain sutra yang empuk. Rasa sakit di kepalanya seolah membelah tengkoraknya menjadi dua."Apa Anda tidak apa-apa, Yang Mulia?" tanya Lady Elizabeth dengan raut cemas, berdiri tak jauh dari sisi ranjang sambil meremas tangannya sendiri."Ya." jawab Sienna lirih, matanya terpejam rapat. Ia memijat pangkal hidungnya dengan tangan yang gemetar.Sienna tidak tahu kenapa, tapi kepalanya berdenyut semakin keras seiring berjalannya waktu. Padahal, sebelum turun ke aula dansa tadi, ia merasa sangat baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda kelelahan ekstrim atau gejala sakit apa pun. Denyutan nyeri ini datang begitu tiba-tiba dan menyerang denga

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 236

    Di sudut aula dansa yang tidak terlalu tersorot lampu kristal utama, ketiga dayang Sienna berdiri berdampingan. Mereka memperhatikan pasangan penguasa kekaisaran itu dari kejauhan.Elizabeth adalah yang pertama menarik pandangannya dari pemandangan intim tersebut. Jemarinya meremas pelan kipas sutra di tangannya.Tidak ada gunanya, batin putri Duke itu, menelan rasa frustasi yang pahit. Melihat betapa rapat dan protektifnya rengkuhan sang Kaisar pada Permaisuri malam ini, rasanya tidak akan ada celah sekecil apa pun untuk masuk di antara mereka. Dinding yang dibangun Lucian terlalu kokoh.Lagi pula, jika ia bertindak terburu-buru demi memenuhi ambisi ayahnya, ada risiko besar yang menanti. Alice dan Lesley ada di sekitarnya setiap saat. Jika Elizabeth salah langkah dan bertindak terlalu mencurigakan, kedua wanita itu bisa saja melapor pada Permaisuri.Elizabeth terdiam sejenak. Dari sudut matanya, ia melirik ke arah dua rekan dayangnya tersebut. Wajah mereka tampak begitu fokus men

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 235

    "Lucian..." Sienna akhirnya memecah keheningan, suaranya sedikit ragu. "Aku pikir kau akan langsung menuju ruang dansa."Lucian melangkah perlahan mendekati istrinya. Rahangnya terlihat kaku, raut wajahnya merupakan perpaduan antara rasa frustasi dan ego yang menolak untuk dikalahkan oleh perang dingin mereka."Kau pikir aku akan membiarkanmu berjalan memasuki aula dansa sebesar itu sendirian, Sienna?" balas Lucian, nadanya kaku namun sarat akan kepemilikan. "Malam ini adalah pertama kalinya para serigala bangsawan itu berkumpul di bawah atapku atas nama Pesta Dansa. Aku tidak akan membiarkan mereka melihat sedikit pun keretakan di antara kita."Pria itu berhenti tepat di hadapan Sienna. Meski matanya masih memancarkan luka akibat penghindaran istrinya selama beberapa hari terakhir, Lucian perlahan mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan putih, mengulurkannya ke arah Sienna."Aku masih berstatus sebagai suamimu." ucap Lucian pelan, suaranya sedikit melunak di ujung kal

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 234

    Pagi itu, istana kekaisaran jauh lebih sibuk dari biasanya. Suara langkah kaki para pelayan yang berlarian membawa gulungan kain sutra, bunga-bunga segar, dan perabotan menggema di setiap lorong.Malam ini bukanlah malam biasa. Istana akan menggelar pesta dansa untuk acara amal, sebuah perayaan besar yang sekaligus menjadi pesta dansa pertama sejak Lucian merebut takhta dari pamannya melalui pertumpahan darah. Bagi para bangsawan, ini adalah panggung politik. Bagi Sienna, ini adalah medan perang baru yang harus ia hadapi dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.Di dalam kamar utama kekaisaran, udara terasa kaku. Sienna duduk diam di depan cermin rias raksasanya, membiarkan ketiga dayangnya membantu bersiap-siap di sekelilingnya."Apakah Yang Mulia lebih memilih set kalung safir atau mutiara untuk malam ini?" tanya Lady Elizabeth, memecah keheningan sambil mengangkat dua kotak beludru dengan hati-hati."Safir." jawab Sienna datar, suaranya terdengar lelah. “Semoga itu tidak membuat waj

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 64

    Suara langkah kaki berat menggema di lorong kastil, membelah keheningan mencekam yang memenuhi seluruh bangunan sejak tadi. Lucian telah kembali.Ia memacu kudanya tanpa henti begitu mendengar kabar kekacauan di pesta teh itu melalui surat yang dibawa oleh merpati. Ia juga memberikan sebuah perinta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 71

    Sinar matahari pagi menembus tirai kamar tidur Sienna. Gadis itu duduk bersandar di tumpukan bantal, sementara tabib kastil kembali memeriksa pergelangan tangannya."Racunnya sudah bukan masalah lagi." gumam tabib itu sambil mengangguk-angguk pelan. "Penyembuhannya berjalan lebih cepat dari perkira

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 60

    Satu minggu telah hampir berlalu tanpa Sienna sadari. Besok adalah hari pesta teh Duchess Beatrice.Kastil terasa jauh lebih dingin dan sunyi dari biasanya. Duke Lucian tidak ada di sini. Sudah tiga hari pria itu pergi ke perbatasan wilayah untuk menyelesaikan masalah perdagangan di perbatasan wila

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 67

    Tidak butuh waktu lama bagi Lucian untuk menyeberangi kastil menuju sayap barat. Langkah kakinya lebar dan cepat. Para ksatria yang mengikutinya harus setengah berlari untuk menyamakan langkah dengan amarah tuan mereka.Lucian tiba di depan pintu ganda kamar tamu mewah yang ditempati Alexandria. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status