Share

BAB 48

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-22 12:00:57

Saat Lucian kembali masuk ke dalam kamar, pemandangan di depannya membuat hatinya menghangat.

Sienna sudah bangun. Wanita itu duduk di tengah tempat tidur dengan selimut yang menutupi hingga pinggangnya, matanya mengerjap-ngerjap pelan menahan kantuk, dan rambut pirangnya sedikit berantakan. Wanita itu terlihat begitu polos.

Lucian berjalan mendekat, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang jarang ia perlihatkan.

"Tidurlah kembali jika kau masih lelah." ucapnya lembut. "Hari masih terlalu pagi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 395

    Mendengar jawaban Sienna, Alexander justru memasang senyum getir yang dipenuhi dengan ironi."Tentu saja kau 'tidak tahu'," balas Alexander perlahan, nada suaranya menebal oleh kepahitan dan penolakan untuk percaya."Membangun kehidupan baru di tempat asing pasti menuntut seseorang untuk mengubur banyak hal.“Memilih untuk menjadi orang baru... menutup mata dari rasa sakit yang ditinggalkan di belakang. Sungguh... dedikasi yang sangat luar biasa untuk sebuah sandiwara yang sempurna."Sienna merasa napasnya tertahan. Pria ini berbicara seolah ia menyimpan sebuah rahasia besar tentang dirinya.Tuduhan-tuduhan terselubung itu, tatapan o

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 394

    Matahari pagi musim semi bersinar hangat di atas langit Kekaisaran. Di salah satu jalur berbatu putih yang membelah taman tersebut, Permaisuri Sienna berjalan perlahan menikmati udara pagi.Ia mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang berpotongan longgar, didesain khusus oleh penjahit istana untuk memberikan kenyamanan ekstra mengingat perutnya yang kini sudah mulai terlihat membuncit.Di sisi kiri dan kanannya, Alice dan Elizabeth berjalan mengiringi dengan langkah yang disesuaikan, menjaga sang Permaisuri dengan penuh perhatian.Meski cuaca musim semi sangat menyenangkan, Sienna tidak bisa menyembunyikan raut kelelahan yang sesekali melintas di wajah cantiknya.Kehamilannya belakangan ini membua

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 393

    Di dalam kamar utama Paviliun istana yang hanya diterangi oleh nyala api dari perapian, udara terasa luar biasa sesak dan mencekam.Raja Alexander mondar-mandir tak tentu arah di atas karpet kamar tamunya. Jubah beludrunya yang megah telah ia lempar sembarangan ke atas sofa, menyisakan kemeja putihnya yang kusut dan kerahnya yang terbuka berantakan."Lottie..." gumam Alexander untuk yang kesekian kalinya. Suaranya terdengar kosong, bergetar, dan dipenuhi oleh keputusasaan yang berangsur-angsur berubah menjadi kegilaan. "Lottie... dia Lottie..."Di sudut ruangan, Philippe, ajudan sekaligus ksatria kepercayaan sang Raja berdiri mematung dengan wajah pucat pasi. Keringat dingin menetes pelan dari pelipisnya.Phil

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 392

    Angin dingin yang berhembus di luar jendela kediaman utama klan Mountford di ibu kota terasa selaras dengan atmosfer beku di dalam ruang kerja sang Duke.Di balik meja kerjanya yang besar, Duke Mountford meletakkan pena bulunya. Ia baru saja meneteskan lilin merah menyala dan menekan cincin stempel keluarganya di atas sebuah perkamen perjanjian.Matanya yang tajam dan dipenuhi perhitungan menatap dua anak lelakinya yang berdiri di seberang meja.Kegagalan pertunangan Elizabeth beberapa minggu yang lalu telah memberikan pukulan telak bagi Duchy Mountford.Keputusan sepihak Kaisar yang menikahkan Elizabeth dengan Rowan, mantan ksatria mereka sendiri, tidak hanya mempermalukan sang Duke, tetapi juga memicu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 391

    Langkah kaki Caesar menggema pelan menyusuri lorong Istana Kekaisaran setelah ia keluar dari ruang kerja sang Kaisar.Pikirannya masih berputar, mencerna deklarasi dukungan dari Kaisar Lucian yang baru saja ia terima. Dukungan itu adalah senjata politik yang tak ternilai, namun bagi Caesar, intrik politik selalu terasa melelahkan.Ia membutuhkan udara segar. Alih-alih mengambil jalur utama menuju gerbang depan, Caesar memutuskan untuk mengambil jalan memutar melewati rumah kaca yang terhubung dengan taman dalam istana, sebuah area yang biasanya sunyi dan jarang dilalui oleh para menteri.Namun, saat ia melangkah masuk ke dalam area rumah kaca yang dipenuhi oleh berbagai macam flora musim semi itu, Caesar menyadari bahwa tempat itu tidak sepenuhnya kosong.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 390

    Setelah kesibukannya dengan para tamu agung berakhir, Lucian akhirnya melakukan hal yang terus ia tunda. Menemui Caesar yang membawa Rowan di malam pesta dansa.Pria itu kini berdiri di tengah ruang kerja pribadi sang Kaisar. Suasana di dalam ruangan itu terasa berat oleh dominasi dua pria paling mengerikan di medan perang.Kaisar Lucian duduk bersandar di kursi kebesarannya. Matanya yang semerah darah menatap lurus ke arah Caesar yang berdiri tegak dengan postur ksatria yang sempurna. Jari-jari Lucian mengetuk pelan sandaran kursi, memecah keheningan yang menguasai ruangan."Aku sudah menanyakan penyebab luka-luka itu pada Rowan sebelumnya." ucap Lucian, suaranya tenang namun tajam. "Dan ia memberitahuku sebuah cerita yang sangat menarik. Ia bilang... ia terjatuh ke dalam j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 149

    Cahaya keemasan matahari melalui celah tirai tebal di kamar utama kediaman Borgia.Sienna mengerjap pelan, menyesuaikan matanya dengan cahaya. Ia menggeliat di balik selimut tebal yang hangat, meraih sisi ranjang di sebelahnya. Tempat itu kosong dan terasa dingin. Lucian pasti sudah bangun lebih a

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 138

    Sore itu Sienna duduk dalam keheningan, mencoba menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Jemarinya bergerak telaten, merajut benang emas membentuk lambang kebanggaan Duchy Lorraine di atas sehelai sapu tangan sutra putih. Sapu tangan itu rencananya akan menjadi hadiah kecil untuk Lucian, sebuah pen

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 13

    Begitu suara Marie terdengar, Eleanor kembali menarik tangan Sienna dan mencengkramnya dengan kuat.“Aku tidak tahu bagaimana caranya.” ucap wanita itu pelan. “Tapi lakukan sesuatu, minta uang pada Dukemu itu, atau mencurilah darinya. Tapi kau harus memberikan sesuatu untukku.”Wanita itu melepaska

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 16

    Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika."Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan."Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status