Share

BAB 41

Auteur: Rainina
last update Date de publication: 2026-01-19 20:28:18

Keheningan yang menyusul ucapan Alexandria terasa berat dan menyesakkan. Kata-kata wanita itu jelas merupakan kebenaran yang tak bisa disangkal.

Hukum Kekaisaran, aturan Kuil Suci, dan tradisi para bangsawan akan menghalangi jalan Lucian jika dia tetap memaksa menggunakan Sienna untuk menyingkirkan Alexandria.

Mereka adalah aturan yang dibuat untuk mengekang, memastikan darah bangsawan tingkat tinggi seperti Lucian tetap murni.

Namun, alih-alih tunduk pada kenyataan pahit itu, ekspresi Lucian
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 226

    Elizabeth tersentak mendengar pertanyaan tajam dan aura membunuh yang mendadak mengarah padanya. Tangannya yang terbalut sarung tangan sutra mencengkeram erat kotak mahoni yang ia pegang."Saya... Lady Elizabeth Mountford, dayang Yang Mulia Permaisuri." jawabnya, menelan ludah dan berusaha keras menjaga suaranya agar tidak bergetar. "Yang Mulia Permaisuri meminta saya untuk mengantarkan kotak ini langsung kepada Anda, Yang Mulia."Lucian menyipitkan mata merahnya. Tatapannya menajam seperti belati, seolah menguliti gadis di hadapannya itu hidup-hidup. Pria itu menatap lurus ke dalam sepasang mata biru yang sangat menyerupai milik istrinya, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan atau ambisi tersembunyi, mencari bukti bahwa putri Duke ini bekerja sama secara sadar dengan rencana gila Sienna.Tapi, raut wajah pucat dan kebingungan di mata Elizabeth mengatakan hal lain. Wanita ini memancarkan ketegangan yang nyata. Ia rupanya benar-benar tidak menyangka bahwa Sienna memiliki maksud te

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 225

    Mendengar pertanyaan bernada dingin itu, kepanikan yang baru saja reda kembali mencekik leher Lesley. Gadis kikuk itu seketika salah tingkah, wajahnya memucat pasi seolah baru saja menyadari bahwa ia telah menggali kuburannya sendiri. Di sudut ruangan, Lady Alice ikut menahan napas, meremas ujung gaunnya dengan tangan gemetar, terlalu takut untuk campur tangan.Hanya Lady Elizabeth yang tetap mempertahankan ketenangannya.Putri Duke itu meletakkan sisir perak di tangannya ke atas meja rias dan menatap Lesley, sorot matanya menajam memberikan peringatan."Berdirilah, Lady Lesley. Rapikan perhiasan itu dan jangan mengatakan hal yang tidak penting di hadapan Yang Mulia permaisuri." tegur Elizabeth.Namun, Sienna tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Sang Permaisuri mengangkat tangannya, menghentikan usaha Elizabeth untuk mengalihkan topik. "Aku sedang bertanya." ucap Sienna pelan. "Rumor apa yang beredar tentangku di luar sana?"Ruangan itu seketika hening. Udara terasa begitu bera

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 224

    "Semuanya sangat sempurna, Yang Mulia Permaisuri." jawab Elizabeth, menundukkan kepalanya sedikit tanpa menghentikan gerakan tangannya. Suaranya lembut dan terukur, ia benar-benar terlihat seperti wanita bangsawan yang tak bercela. "Kebaikan dan kemurahan hati Anda dalam menyambut kami adalah sebuah kehormatan besar. Saya tidak memiliki keluhan apa pun."Sienna mengangguk pelan. Sopan, sempurna, namun sangat berhati-hati, batin sang Permaisuri. Elizabeth menyembunyikan setiap emosinya di balik topeng kesempurnaan seorang putri Duke dengan baik.Sementara itu, di sisi lain ruangan, Lady Lesley dan Lady Alice tengah sibuk memilah gaun dan kotak-kotak perhiasan berat yang akan dikenakan Sienna hari ini.Berbeda dengan Elizabeth yang tenang, Lesley tampak sangat tegang. Gadis dari keluarga Count wilayah selatan itu memiliki wajah yang pucat sejak melangkahkan kaki ke dalam kamar. Berada di ruangan yang sama dengan Permaisuri yang kemarin membungkam seluruh gadis bangsawan hanya dengan

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 223

    Keesokan paginya, Sienna duduk dengan sehelai jubah tebal menutupi tubuhnya yang lelah. Sisi ranjang di sebelahnya telah kosong dan dingin. Lucian pasti sudah bangun lebih dulu, dan melangkah pergi untuk melaksanakan tugas kenegaraannya, meninggalkan Sienna di kamarnya.Suara ketukan halus terdengar di pintu, sebelum perlahan terbuka setelah Sienna mengizinkan.Marta memimpin rombongan untuk masuk ke dalam kamar utama kekaisaran. Di belakang pelayan muda itu, berbaris tiga gadis muda yang baru saja diangkat menjadi dayang resmi Permaisuri, Lady Elizabeth, Lady Alice, dan Lady Lesley. Diikuti oleh beberapa pelayan istana tingkat rendah di barisan paling belakang.Sienna bangkit dari ranjang dengan langkah pelan yang sengaja menyembunyikan rasa pegal di sekujur tubuhnya, lalu berjalan menuju meja rias. Tanpa perlu diberi perintah dua kali, tugas segera dibagi dengan rapi. Para pelayan tingkat rendah langsung bergerak cepat melakukan pekerjaan berat, mengganti seprai yang kusut, membe

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 222

    Lucian tidak menunggu jawaban lagi. Bibirnya yang panas langsung menempel pada kulit paha bagian dalam Sienna yang sudah gemetar hebat, menelusuri ke atas dengan lambat, dengan gerakan yang sengaja dibuat menyiksa. Setiap kecupan meninggalkan jejak basah yang membakar, hingga akhirnya lidahnya menyentuh titik paling sensitif di antara kedua kaki istrinya yang terbuka lebar.“Ah!” jerit kecil lolos dari bibir Sienna tanpa bisa ditahan. Tubuhnya mengejang hebat, tangannya mencengkeram pinggiran meja rias. Pandangannya yang kabur terpaksa terpaku pada cermin di depannya, pada wajahnya sendiri yang sudah memerah hebat, serta bibirnya yang terbuka dan mengeluarkan napas tersengal.“Lihat.” geram Lucian diantara sapuan lidahnya pada tubuh Sienna. Suaranya bergetar karena amarah yang masih membara, tapi sentuhannya justru semakin lembut. Seolah tubuhnya tetap ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya. “Lihat wajahmu, Sienna. Ini yang kau inginkan, bukan? Pewari takhta. Maka lihat bagai

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 221

    Tali sutra gaun tidur Sienna terlepas, membuat bagian bahu gaun yang ia kenakan melonggar dan merosot turun hingga sebatas dadanya.Permukaan kaca yang terasa dingin di pipinya terasa sangat kontras dengan panasnya dada bidang suaminya yang menekan punggung Sienna. Lucian mengurungnya sepenuhnya, tidak menyisakan satupun celah bagi Sienna untuk melarikan diri dari konfrontasi ini.Sienna memejamkan matanya rapat-rapat. Ia memalingkan wajah ke samping, bersikeras menatap sudut gelap ruangan dari balik bulu matanya yang bergetar. Ia menolak menatap ke depan. Ia tidak ingin melihat wajah seperti apa yang ia buat setiap kali suaminya menyentuhnya."Buka matamu, Sienna." bisik Lucian dengan suara serak. Hembusan napasnya yang beraroma anggur pekat menerpa tengkuk Sienna, mengirimkan sensasi menggelitik yang membuat perut sang Permaisuri terasa aneh."Tidak..." Sienna menggeleng pelan, suaranya terdengar seperti rintihan tertahan. Ia meremas tepian meja rias dengan kuat, mati-matian memper

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 84

    Teriakan panjang dan tinggi lolos dari bibir Sienna, menggema di seluruh ruangan saat gelombang kenikmatan itu menghantamnya tanpa ampun. Tubuhnya menegang hebat, lalu lemas seketika di atas seprai yang berantakan.Napas Sienna tersengal, dadanya naik turun dengan cepat. Rasa malu yang luar biasa m

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 69

    Rahang Lucian mengeras. Tangan kanannya yang terkepal di sisi tubuh gemetar pelan, menahan hasrat yang begitu besar untuk menghunus pedang dan menebas senyum kemenangan dari wajah Arthur.Namun, ia menahannya.Lucian menarik napas panjang, memaksa detak jantungnya yang memburu untuk kembali tenang.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 81

    Napas Lucian tersengal. Panas di tubuhnya semakin menjadi-jadi akibat sentuhan Alexandria. Obat itu berteriak padanya untuk menyerah, untuk memeluk tubuh wanita di hadapannya dan menuntaskan hasrat yang membakar dirinya dari dalam.Tapi wajah kecewa Sienna saat melihatnya tadi memenuhi kepala Lucia

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 77

    "Apa yang kau lakukan?"Suara bariton yang berat itu mengejutkan Sienna, membuatnya nyaris menjatuhkan pipet kaca di tangannya.Sienna menoleh cepat. Di ambang pintu yang menghubungkan kamar tidur utama dengan kamar Sienna, Lucian berdiri dengan tangan terlipat di dada. Pria itu menatapnya dengan a

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status