Mendengar permintaan Sienna, senyum hangat Marta semakin mengembang. Melihat Nonanya yang selama ini selalu terlihat murung kini tampak begitu bersemangat, membuat hati pelayan itu ikut merasa lega."Tentu saja, Nona. Dengan senang hati saya akan menemani Anda," jawab Marta lembut. Ia melirik sekilas ke arah jendela yang menunjukkan matahari sudah mulai condong ke barat."Namun, jika Nona tidak keberatan, bagaimana jika kita pergi besok pagi saja?" saran Marta dengan hati-hati. "Saat ini sudah lewat tengah hari. Perjalanan dari kastil menuju pusat kota memakan waktu setidaknya dua jam dengan kereta kuda. Jika kita berangkat sekarang, kita hanya memiliki waktu yang sangat sedikit di sana, dan Nona harus kembali dalam kegelapan malam. Itu sangat berbahaya."Sienna terdiam sejenak, menimbang ucapan Marta. Antusiasmenya sedikit tertahan, tapi ia tahu Marta benar."Ah... kau benar, Marta. Maaf, aku terlalu bersemangat," ucap Sienna sambil tersipu malu. "Kalau begitu, kita pergi besok pagi
Dernière mise à jour : 2026-01-24 Read More