"Apa yang kau lakukan di sini, Arthur?" Lucian menatap tajam ke arah sang Putra Mahkota. Ia tidak repot-repot membungkuk atau memberikan salam formal pada sepupunya itu. Arthur tersenyum miring, tidak tersinggung dengan ketidaksopanan itu. Ia justru melangkah santai, mendekat pada Lucian."Aku sedang mengunjungi kediaman Marquess Ashford untuk membahas sesuatu yang... mendesak." jawab Arthur santai. "Dan di tengah-tengah pembicaraan kami, Marquess mendapatkan pesan darurat mengenai pesta minum teh yang berakhir tragis. Kabarnya, 'wanita simpananmu' keracunan?"Rahang Lucian mengeras mendengar sebutan itu, namun ia menahan diri. Matanya beralih, menatap tajam ke arah Marquess Ashford yang saat ini sedang sibuk membantu Alexandria berdiri, membisikkan kata-kata penenang sambil menepuk punggung putrinya.Otak Lucian berputar cepat, menganalisis situasi yang janggal ini. Ada urusan apa Arthur dengan Marquess Ashford?Pertanyaan itu berputar di kepala Lucian. Secara publik, Marquess Ashfo
Read more