공유

BAB 45

작가: Rainina
last update 게시일: 2026-01-21 22:29:52

Mata Lucian perlahan turun, mengikuti arah pandangan Sienna. Ia menatap tangannya yang besar dan kasar, kini berada dalam genggaman tangan wanita itu yang mungil.

Ingatan tentang kejadian beberapa jam lalu kembali berputar di kepalanya.

Setelah dirinya meninggalkan gerbang kediaman Marquess Ashford, amarah yang ditahan Lucian akhirnya meledak. Ia berhenti di tepi hutan perbatasan. Tanpa sepatah kata pun, Lucian turun dari kudanya dan melampiaskan emosinya pada sebuah pohon oak tua yang kokoh.

I
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 395

    Mendengar jawaban Sienna, Alexander justru memasang senyum getir yang dipenuhi dengan ironi."Tentu saja kau 'tidak tahu'," balas Alexander perlahan, nada suaranya menebal oleh kepahitan dan penolakan untuk percaya."Membangun kehidupan baru di tempat asing pasti menuntut seseorang untuk mengubur banyak hal.“Memilih untuk menjadi orang baru... menutup mata dari rasa sakit yang ditinggalkan di belakang. Sungguh... dedikasi yang sangat luar biasa untuk sebuah sandiwara yang sempurna."Sienna merasa napasnya tertahan. Pria ini berbicara seolah ia menyimpan sebuah rahasia besar tentang dirinya.Tuduhan-tuduhan terselubung itu, tatapan o

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 394

    Matahari pagi musim semi bersinar hangat di atas langit Kekaisaran. Di salah satu jalur berbatu putih yang membelah taman tersebut, Permaisuri Sienna berjalan perlahan menikmati udara pagi.Ia mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang berpotongan longgar, didesain khusus oleh penjahit istana untuk memberikan kenyamanan ekstra mengingat perutnya yang kini sudah mulai terlihat membuncit.Di sisi kiri dan kanannya, Alice dan Elizabeth berjalan mengiringi dengan langkah yang disesuaikan, menjaga sang Permaisuri dengan penuh perhatian.Meski cuaca musim semi sangat menyenangkan, Sienna tidak bisa menyembunyikan raut kelelahan yang sesekali melintas di wajah cantiknya.Kehamilannya belakangan ini membua

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 393

    Di dalam kamar utama Paviliun istana yang hanya diterangi oleh nyala api dari perapian, udara terasa luar biasa sesak dan mencekam.Raja Alexander mondar-mandir tak tentu arah di atas karpet kamar tamunya. Jubah beludrunya yang megah telah ia lempar sembarangan ke atas sofa, menyisakan kemeja putihnya yang kusut dan kerahnya yang terbuka berantakan."Lottie..." gumam Alexander untuk yang kesekian kalinya. Suaranya terdengar kosong, bergetar, dan dipenuhi oleh keputusasaan yang berangsur-angsur berubah menjadi kegilaan. "Lottie... dia Lottie..."Di sudut ruangan, Philippe, ajudan sekaligus ksatria kepercayaan sang Raja berdiri mematung dengan wajah pucat pasi. Keringat dingin menetes pelan dari pelipisnya.Phil

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 392

    Angin dingin yang berhembus di luar jendela kediaman utama klan Mountford di ibu kota terasa selaras dengan atmosfer beku di dalam ruang kerja sang Duke.Di balik meja kerjanya yang besar, Duke Mountford meletakkan pena bulunya. Ia baru saja meneteskan lilin merah menyala dan menekan cincin stempel keluarganya di atas sebuah perkamen perjanjian.Matanya yang tajam dan dipenuhi perhitungan menatap dua anak lelakinya yang berdiri di seberang meja.Kegagalan pertunangan Elizabeth beberapa minggu yang lalu telah memberikan pukulan telak bagi Duchy Mountford.Keputusan sepihak Kaisar yang menikahkan Elizabeth dengan Rowan, mantan ksatria mereka sendiri, tidak hanya mempermalukan sang Duke, tetapi juga memicu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 391

    Langkah kaki Caesar menggema pelan menyusuri lorong Istana Kekaisaran setelah ia keluar dari ruang kerja sang Kaisar.Pikirannya masih berputar, mencerna deklarasi dukungan dari Kaisar Lucian yang baru saja ia terima. Dukungan itu adalah senjata politik yang tak ternilai, namun bagi Caesar, intrik politik selalu terasa melelahkan.Ia membutuhkan udara segar. Alih-alih mengambil jalur utama menuju gerbang depan, Caesar memutuskan untuk mengambil jalan memutar melewati rumah kaca yang terhubung dengan taman dalam istana, sebuah area yang biasanya sunyi dan jarang dilalui oleh para menteri.Namun, saat ia melangkah masuk ke dalam area rumah kaca yang dipenuhi oleh berbagai macam flora musim semi itu, Caesar menyadari bahwa tempat itu tidak sepenuhnya kosong.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 390

    Setelah kesibukannya dengan para tamu agung berakhir, Lucian akhirnya melakukan hal yang terus ia tunda. Menemui Caesar yang membawa Rowan di malam pesta dansa.Pria itu kini berdiri di tengah ruang kerja pribadi sang Kaisar. Suasana di dalam ruangan itu terasa berat oleh dominasi dua pria paling mengerikan di medan perang.Kaisar Lucian duduk bersandar di kursi kebesarannya. Matanya yang semerah darah menatap lurus ke arah Caesar yang berdiri tegak dengan postur ksatria yang sempurna. Jari-jari Lucian mengetuk pelan sandaran kursi, memecah keheningan yang menguasai ruangan."Aku sudah menanyakan penyebab luka-luka itu pada Rowan sebelumnya." ucap Lucian, suaranya tenang namun tajam. "Dan ia memberitahuku sebuah cerita yang sangat menarik. Ia bilang... ia terjatuh ke dalam j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 63

    "KYAAA!" Jeritan histeris salah seorang wanita bangsawan yang hadir di sana memecahkan keheningan yang sempat menggantung selama beberapa detik.Kepanikan meledak seketika. Kursi-kursi berdecit keras dan berjatuhan saat para wanita bangsawan itu melompat berdiri, menjauh dari meja seolah-olah penya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 57

    Alexandria tidak mengatakan apa pun, lidahnya terasa kelu oleh amarah. Namun, tangannya yang mencengkeram pagar pembatas batu itu bergetar hebat. Ia menekan jemarinya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih dan kulit telapak tangannya terasa perih tergores permukaan batu yang kasar.Matanya y

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 55

    Alexandria menggeram tertahan. Harga dirinya terkoyak habis. Menyadari bahwa ia tidak akan bisa memenangkan perdebatan ini tanpa merusak citranya sendiri di depan publik, ia akhirnya menyerah.Dengan napas memburu dan kaki yang dihentakkan keras ke tanah berbatu, Alexandria berbalik arah."Kita kem

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 54

    Sosok pria yang membelah kerumunan itu adalah Damien.Ajudan terpercaya Duke Lorraine itu berjalan tenang, namun auranya memancarkan ketegasan. Jubah hitam dengan lambang Duchy Lorraine yang melekat di bahunya menjadi bukti posisinya di Duchy.Damien berjalan lurus ke arah Sienna yang masih berlutu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status