Jantung Caroline berdetak keras saat akhirnya ia ketahuan menguping. Nasi sudah menjadi bubur, ingin melarikan diri pun Caroline tak bisa. Pintu terbuka pelan, sosok Demok muncul di ambang pintu, tubuhnya tegap, tatapannya jatuh pada Caroline yang tengah menunduk sambil memainkan jemarinya. "Nona Caroline," sapanya tenang. "Apakah Anda tersesat?" Caroline mengangkat wajahnya perlahan. "Aku hanya ... ingin lewat," jawabnya, suara yang bahkan terdengar asing di telinganya sendiri. "Lewat?" ulang Nicholas, "bukankah kamarmu berada sebelum ruang kerjaku, Nona Caroline. Kau ingin ke mana di malam seperti ini?"Tatapan Nicholas datar, yang membuat Caroline menelan ludahnya kelu. Tatapan pria itu terlalu mengintimidasi, membuatnya gugup bukan main. "Aku ... tidak bisa tidur," jawab Caroline akhirnya.Dari kursi rodanya, Caroline dapat merasakan tatapan Nicholas meski pria itu tidak menanggapi perkataannya. Diamnya Nicholas jauh lebih menakutkan. "Sudah terlalu larut, Nona," sahut Demon
Last Updated : 2025-12-27 Read more