Ayura duduk di kloset tertutup, mengambil napas sejenak dan membenarkan riasannya yang perlu diperbaiki sedikit. Toilet itu sepi kala dia memasukinya, tapi sekarang beberapa gadis masuk. Sepatu hak mereka terdengar gaduh, sepertinya ada banyak orang di wastafel toilet. Ayura masih sibuk memperbaiki riasannya saat telinganya menangkap suara dari luar pintunya. "Apa kau melihatnya? Dia pincang seperti yang dirumorkan." Gerakan Ayura sontak terhenti. "Aku tidak mengerti mengapa Brian mengajaknya kemari." "Ya, itu aneh, 'kan? Kudengar rumah tangganya berjalan buruk. Di hari pernikahan mereka, waktu itu sempat viral bahwa Girsa Widjaja tidak memakaikan cincin ke jarinya ataupun menciumnya. Itu sangat buruk." Setelah mengatakannya, orang itu tertawa, disusul tawa rekan-rekannya yang lain. Ayura sudah tidak lagi memikirkan riasannya. Dia sekarang sadar bahwa dirinya terlalu naif, menganggap mereka semua baik padanya, padahal di belakang, mereka sama seperti yang lain, mengejek
続きを読む