Share

Bab 52

Author: Ariess_an
last update publish date: 2026-09-30 23:08:41

Sore itu, langit mendung menggantung rendah di atas kota kecil yang jauh dari metropolitan, menampilkan hujan yang akan turun.

Tidak lama, butiran air tersebut mulai jatuh dengan deras, mengubah jalanan menjadi sungai kecil yang mengalir cepat.

Di sebuah gang sempit, air hujan mengalir membentuk genangan di setiap sudut yang tak terjamah saluran pembuangan.

Di tengah kebisingan tetesan hujan, terdapat seorang pengemis yang meringkuk di pinggiran tembok pada sebuah gang buntu, berdekatan denga
Ariess_an

Selamat membaca

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 55

    Ayura berhenti, menatap nanar bunga kesukaannya yang kini berantakan. Dia tidak pernah mengira bahwa Girsa akan memerhatikan bunga tersebut, dia pikir Giraa akan tergoda untuk menghabiskan waktu bersamanya daripada memikirkan masalah bunga. Jadi, Ayura dengan bebas memilih bunga apa saja. Dia berusaha meraih Girsa, memastikannya berbelok ke tempat yang sudah dia persiapkan. Kali ini dia berhasil meraihnya. "Tunggu!" Ayura mencegat Girsa. "Apa kau tidak lapar? Aku sudah menyiapkan masakan kesukaanmu! Kali ini kesukaanmu! Ada puding lemon dan pai lemon, kau mau, 'kan?" Girsa menatapnya sejenak sebelum akhirnya mendengus lelah. Dia mengangguk, membuat Ayura segera menarik pelan tangannya ke sebuah ruangan. Saat pintu terbuka, dekorasi yang elegan segera terlihat, ada meja kecil beserta kedua kursi yang berhadapan dengan bunga baby breath di dalam vas di tengah meja. Girsa menunduk melihat Ayura di sampingnya, dia mengernyit samar saat melihat Ayura menatapnya dengan pandangan be

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 54

    Semenjak mengetahui kabar bahwa hari itu Girsa akan pulang, Ayura menyiapkan banyak makanan untuknya. Dia harus rela mengeluarkan beberapa uangnya untuk investasi tersebut. Lagipula jika Girsa senang, pria itu mungkin akan lengah dan dia akan dengan mudah menjalankan rencana paman dan bibinya yang terkutuk itu. "Kondisi ayahmu sudah semakin membaik, tidakkah kau ingin menjadi orang pertama yang melihatnya membuka mata? Tapi pertama, lahirkan bayinya Girsa lebih dulu!" Ayura memejamkan matanya, merasa frustasi tatkala ucapan bibinya melintas di pikirannya. Mengandalkan pencarian ayahnya yang memakan waktu cukup lama tidak akan berhasil. Sebelum Girsa benar-benar menceraikannya setelah satu bulan yang akan segera terlewati, dia harus melakukan sesuatu untuk menahan Girsa. Tapi, memikirkan harus kembali hamil dengan Girsa, membuat tangannya gemetar. Dia harus memikirkan cara lain, tapi kecemasan itu membunuh kewarasannya hingga rasanya sulit untuk memikirkan hal lain. Ay

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 53

    "jangan pergi.. "Ayura mengangkat satu alisnya."Apa? Ternyata kau bisa bicara?""Jangan ...."Untuk beberapa saat keduanya hanya saling bertatapan. Ayura masih heran dan tenggelam dalam pikirannya, sementara lelaki kecil itu panik dan diam-diam memikirkan cara untuk mencegahnya pergi. Dia memegang tangannya erat-erat, tangan yang paling halus yang pernah dia genggam, kecil dan hangat."Aku tidak bisa menemuimu selamanya," kata Ayuta, lalu memandang tangan kotor dan dekil dengan alis menyatu. "Hei, bisa tolong lepaskan aku?"Perlahan, dia melepaskannya meski dengan terpaksa."Siapa namamu?"Perasaan rendah diri itu hadir untuk pertama kalinya di hadapan sang gadis. Selama ini dia mewaspadainya, tapi diam-diam tanpa menyadarinya sama sekali, dia bergantung padanya. Dia malu menatapnya, dirinya adalah seseorang yang tidak memiliki apa-apa dihadapan seorang gadis cantik yang memiliki banyak binar berseri di matanya.Laki-laki itu menggeleng dengan kepala menunduk."Aku ... aku tidak me

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 52

    Sore itu, langit mendung menggantung rendah di atas kota kecil yang jauh dari metropolitan, menampilkan hujan yang akan turun. Tidak lama, butiran air tersebut mulai jatuh dengan deras, mengubah jalanan menjadi sungai kecil yang mengalir cepat. Di sebuah gang sempit, air hujan mengalir membentuk genangan di setiap sudut yang tak terjamah saluran pembuangan.Di tengah kebisingan tetesan hujan, terdapat seorang pengemis yang meringkuk di pinggiran tembok pada sebuah gang buntu, berdekatan dengan tempat sampah. Tubuhnya yang kurus terbungkus jaket lusuh yang sudah tak mampu lagi menahan dingin. Matanya yang sayu memandang ke arah orang-orang yang berlalu lalang di pinggir jalan dengan muram, sementara perutnya keroncongan menahan lapar.Tangan-tangannya yang keriput dan kotor itu meremas erat kantong plastik yang tampak kosong, seakan mencari sesuatu yang bisa mengisi kehampaan. Sayangnya, makanan terakhir yang dia miliki telah habis sejak tiga hari yang lalu, kini krisis pangan yang

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 51

    Untuk pertama kalinya, Ayura melihat Largo mengembangkan senyuman meski itu tipis. "Ya, itu kau." Tubuh Ayura menjadi kaku. Beberapa ingatan samar terlintas di otaknya. Awalnya dia tidak yakin apakah itu adalah peristiwa yang terlupakan atau hanya mimpinya belaka. Namun, sekarang semuanya menjadi jelas. Ayura ingat, dulu dia melihat seseorang yang meringkuk di gang gelap, tubuhnya sangat kurus dan gemetaran. Orang itu tampak seolah-olah sedang sekarat. Karena tidak tega melihatnya dalam kondisi seperti itu, Ayura memberikan makanan dan juga payung yang sedang ia gunakan. "Largo-" Ayura tidak bisa berkata-kata. Dia menyentuh dada kirinya sekilas dan merasakan jantungnya berpacu dengan begitu cepat, berbagai emosi merayap di dadanya. Dahulu, sekitar lima tahun lalu, dia menolong seseorang, berdoa agar kehidupannya menjadi lebih baik. Lalu ia tidak pernah menemuinya lagi karena dia pikir gelandangan itu sudah menjadi lebih baik tanpanya karena telah sembuh. Hingga perlahan gela

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 50

    Largo membaringkan Ayura di atas ranjang, kemudian melepas sepatunya dan menarik selimut hingga ke dadanya. Dalam remang-remang cahaya bulan yang masuk melalui celah tirai, Largo menatap wajah Ayura dengan lekat. Di tengah tekanan yang dihadapi Ayura, wajahnya yang damai saat tertidur membangkitkan insting Largo untuk melindunginya. Semua orang ingin menyakiti Ayura, akan lebih baik jika dia menyembunyikan gadis itu di suatu tempat yang jauh, sampai tidak bisa ditemukan siapapun. Setelah puas memandangi wajah Ayura, Largo tersadar. Dia tidak tahu perasaan apa yang sedang merayap di hatinya, mungkin bukan kasih sayang, atau justru sesuatu yang lebih mengikat. Hampir tak terkendali, terutama saat dia menyentuhnya lebih banyak. Itulah kenapa Largo buru-buru pergi dari sana, lalu memastikan kamar Ayura terkunci rapat. Tepat saat Largo mengunci pintu, Brian muncul dengan wajah merah padam yang tampak berapi-api, mendekat nyaris memukulnya kalau saja dia tidak menghindar. "Brengsek! K

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Delapan

    Ayura perlahan mulai membuka matanya. Hidungnya mencium bau antiseptik yang kuat, khas rumah sakit. Suara orang-orang terdengar di sekitarnya, tapi telinganya tidak dapat menangkap jelas apa yang mereka katakan. Seluruh tubuhnya amat sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, perih dan terasa mem

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Tujuh

    Ayura ditinggalkan sendirian. Girsa, Heidy, dan tiga orang lainnya berbaur dengan kelompok lain, jauh di pojok. Masing-masing tangan mereka memegang gelas berisi wine mahal, tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Ayura hanya memandang mereka seraya menghela nafas pelan. Ia merasa bosan, d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab dua

    Ayura Nayara pernah menjadi korban tabrak lari empat tahun lalu. Malam itu, ia dan ayahnya baru saja pulang dari karnaval di tengah kota. Saat itu mereka masih tinggal di sebuah kota kecil yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Malam ulang tahunnya yang ketiga belas seharusnya menjadi kenangan baha

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab satu

    Ayura membereskan alat tulisnya lalu memasukkannya ke dalam tas dengan tergesa. Pandangannya melirik seorang pria yang baru saja berdiri dan melangkah keluar kelas di tengah keramaian murid lain. Kening Ayura berkerut, rasa kesal menyeruak. “Brian, tunggu aku!” pekiknya sambil menyampirkan tas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status