“Saya akan kembali lusa untuk mengurus dan melunasi semuanya. Terima kasih, Bu.” “Baik dan terima kasih, Lex.” Alex keluar dari ruangan BAAK kampusnya dengan wajah sumringah. Pihak kampus masih bisa memberinya kesemopatan untuk memperbaharui rencana studinya dengan melakukan hereguistrasi, berikut hal lainnya seperti melunasi uang semester, serta uang-uang lain yang memang merupakan hal yang wajib. Dari ruangan yang berada di lantai tiga itu, ia turun kebawah melalui tangga biasa, bukan melalui lift. Ia males untuk masuk berdesak-desakan atau menunggu lagi. Tiba di lantai satu, selanjutnya ia melangkah ke arah selatan, menuju kantin. Namun ia harus menghentuikan langkahnya, karena ia bertemu dengan beberapa temannya. Mereka sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan Alex. “Kami kira lu sudah balik ke Timor Leste, Lex. Atau memang baru satang dari sana?” ucap salah seorang dari teman satu jurusan dengannya, cowok, namanya Duwik (Dwi).
Última actualización : 2026-01-16 Leer más