Ganda melepaskan bekapannya dengan sentakan pelan. Gladis terhuyung, napasnya tersedat-sedat dengan mata yang dipenuhi trauma murni. Tanpa sepatah kata pun, wanita itu lari terbirit-birit menuju lift, seolah nyawanya baru saja dipertaruhkan di koridor itu. Pemandangan barusan membuat Sabrina segera melangkah."Kau mau ke mana?” Kael mencoba meraih lengan Sabrina, wajahnya pucat pasi.Sabrina menepisnya dengan gerakan kasar. "Kau tidak perlu menjelaskan apapun.”"Aku tahu. Dan ya, aku tidak bermaksud membohongimu soal sakitku, aku hanya..""Hanya apa? Ingin dikasihani?" potong Sabrina tajam. "Aku tidak peduli kau mau membuang jutaan dolar atau berpura-pura sekarat. Sudahlah.” Sabrina berbalik, langkahnya bergema di koridor. Ganda mengekor dengan santai, bersiul kecil seolah-olah suasana baru saja selesai menonton komedi. Sabrina berhenti mendadak dan menoleh pada kakaknya."Apa yang kau bisikkan pada Gladis tadi?" tuntut Sabrina.Ganda mengedikkan bahu, wajahnya
Read more