Sabrina mengerang frustrasi. Ia bangkit dari tempat tidur, merapikan seragam kerja yang sebenarnya sudah licin, lalu melangkah keluar menuju dapur rumah utama. Ia hanya ingin melakukan sesuatu. Apa pun. Entah itu menata piring, memotong bawang, atau sekadar menyeduh teh untuk pelayan lain. Namun, begitu kakinya menginjak area dapur, suasana yang tadinya riuh dengan denting sudit dan aroma tumisan mendadak senyap. Lima pasang mata pelayan menatapnya seolah ia adalah wabah yang harus dihindari."Mbak Sabrina, ngapain ke sini?" tanya Bi Sumi, kepala pelayan dapur, sambil menjauhkan pisau dari jangkauan Sabrina."Aku bosan, Bi. Biar aku bantu potong sayurnya, ya?" Sabrina mengulurkan tangan, mencoba mengambil seikat bayam."Jangan!" Bi Sumi menarik bayam itu dengan gerakan protektif. "Aduh, Mbak. Tugas Mbak itu cuma bersama Nyo
Last Updated : 2026-03-01 Read more