Nando berjalan menyusuri lorong menuju ruangan CEO dengan langkah santai, namun kepalanya dipenuhi dengan bayangan rekaman yang baru saja ia saksikan. Saat tepat didepan pintu, Nando berusaha mengetuk beberapa kali. ‘Tidak ada jawaban..’ batinnya. Ia pun menekan gagang pintu perlahan, ternyata ruangan Keenan tidak terkunci. ‘Kosong’. Ruangan besar itu tampak sunyi, hanya suara AC yang terdengar. "Astaga, apa mereka benar-benar belum selesai? Ini sudah hampir satu jam sejak rapat bubar," gumam Nando sambil melirik arloji di tangannya. Ia duduk di sofa panjang ruangan itu, menyilangkan kaki dan bersandar santai. "Keenan, Keenan... Ternyata lima tahun menahan diri membuatmu menjadi buas." Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang mendekat diikuti suara pintu yang terbuka. Keenan masuk terlebih dahulu dengan wajah yang terlihat jauh lebih segar namun ada gurat kelelahan yang tak bisa disembunyikan. Di belakangnya, Aruna menyusul dengan langkah yang sedikit canggung, w
Dernière mise à jour : 2026-02-01 Read More