Lampu minyak yang temaram melenggak-lenggok di dinding kayu, menciptakan bayangan panjang yang seolah menyatukan siluet mereka berdua. Di luar, badai mengamuk, menghantam jendela dengan serpihan es, namun di dalam kamar sempit itu, keheningan justru terasa lebih menyesakkan.Florence telah berganti pakaian dengan kain gaun sederhana berbahan linen kasar yang disediakan pemilik penginapan. Ia duduk di pinggir tempat tidur jerami, meremas ujung selimut dengan gugup. "Yang Mulia... saya sudah selesai. Anda bisa masuk sekarang," ucap Florence, dengan ragu.Ketika Duke Cassian akhirnya membuka knop pintu kamar, ia terhenyak sejenak melihat istrinya yang tampak begitu kecil dan menggemaskan di tengah ruangan yang remang-remang."Berbaringlah," ucap Duke Cassian datar, meski ada nada yang tidak sedingin biasanya.Florence menurut, bergeser hingga ke ujung tempat tidur, menyisakan ruang seluas mungkin di antara mereka. Duke Cassian kemudian ikut berbaring, namun karena tempat tidurnya sangat
Dernière mise à jour : 2026-01-30 Read More