Bau disinfektan yang menyengat di klinik elit ini terasa seperti mencekik paru-paruku. Aku duduk di bangku tunggu yang dingin, meremas jemariku sendiri hingga memutih. Di depanku, Arkan berdiri mematung menatap jendela koridor, sementara Sandra berjalan mondar-mandir dengan suara hak sepatu yang menghentak keras, seperti detak bom waktu.Pintu ruang konsultasi terbuka. Dokter spesialis itu keluar dengan wajah yang sulit dibaca. "Tuan Arkan, Nyonya Sandra, bisa kita bicara di dalam? Hanya keluarga inti."Aku baru saja hendak berdiri saat tangan Sandra menahan bahuku dengan kasar, mendorongku kembali duduk ke kursi besi yang dingin."Kau tunggu di sini, Pajangan," desis Sandra tajam, matanya berkilat penuh peringatan. "Dokter bilang keluarga inti. Dan di mataku, kau belum benar-benar menjadi bagian dari kami."Aku menatap Arkan, memohon lewat tatapan mataku agar dia mengizinkanku ikut. Bagaimanapun, ini adalah tubuhku yang sedang dibicarakan. Namun, Arkan hanya melirikku sekilas—tatapan
Last Updated : 2026-01-12 Read more