Pintu kamar tertutup dengan bunyi debuman halus, meninggalkan dinginnya salju di balik dinding kayu kabin yang kokoh.Di dalam ruangan itu, hanya ada cahaya jingga dari sisa perapian yang memantul di dinding. Davian tidak membuang waktu sedetik pun.Dia melangkah dengan lebar, menghampiri Viona yang masih berdiri mematung di dekat ujung ranjang, lalu langsung merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya yang posesif.Ciuman Davian mendarat di bibir Viona, awalnya lembut, namun dengan cepat berubah menjadi tuntutan yang lapar.Sambil terus melumat, tangan Davian merayap ke punggung Viona, mencari ritsleting mini dress yang dikenakan istrinya.Dengan satu tarikan tak sabar, gaun itu meluncur jatuh ke lantai, disusul oleh sisa pakaian dalamnya, hingga Viona berdiri telanjang sepenuhnya di bawah tatapan Davian yang menggelap oleh gairah.“Kau sangat cantik di bawah cahaya remang ini, Viona,” bisik Davian parau, dengan napas memburu di depan wajah istrinya.“Davian ... ahh,” desah Viona
더 보기