Mendengar nama Alicia keluar dari bibir Viona, Davian langsung terdiam. Dia menatap mata Viona, melihat kejujuran dan sedikit luka di sana.Kemarahan yang tadi meluap mendadak surut, digantikan oleh rasa bersalah yang tidak bisa dia sembunyikan.Davian menarik napas panjang, lalu secara mengejutkan, dia menerbitkan senyumnya dengan lebar, sebuah usaha untuk mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin keruh.“Kau ingin minuman atau makanan?” tanya Davian, suaranya kini berubah menjadi jauh lebih lembut.“Aku tahu kau pasti sangat lapar atau haus setelah berbincang panjang lebar dengan teman-temanmu yang melelahkan itu.”Viona mengerjapkan matanya, sedikit bingung dengan perubahan sikap Davian yang begitu cepat. Namun, dia memilih untuk mengikuti permainan suaminya.Davian menuntun Viona ke arah meja panjang yang tertata rapi di sisi ruangan, menampilkan berbagai macam makanan pembuka dan minuman berkelas yang terlihat sangat menggoda.“Kau tahu caraku bekerja, bukan?” gumam Davi
続きを読む