"Atau kau yang ingin jauh dariku," celetuk Roselyn tanpa disertai candaan.Kalimat penuh kejujuran itu sulit untuk dibantah dengan mudah.Kaelus akhirnya menatap sang pujaan hati. Ada lingkar gelap tipis di bawah mata Roselyn.“Kau baik-baik saja, Rose? Tubuhmu butuh istirahat, kenapa bangun sepagi ini.”"Aku bahkan tidak bisa tidur karena menunggumu."Sontak Kaelus tersentak. Perasaan bersalah karena telah menelantarkan istrinya semalaman kembali membuncah di dalam dada.‘Sial. Padahal seharusnya aku merawat dan menenangkannya,’ gerutunya, memaki dirinya sendiri dalam hati."Ayo kita ke kamar dan tidur sekarang," ajak Kaelus, suaranya melunak, mencoba memperbaiki keadaan yang retak."Katakan saja, apa ada pekerjaan wilayah yang bisa kubantu?""Tidak perlu, Rose. Ayo kita ke kamar—"Kalimat Kaelus terputus saat Putri Vogard itu berjalan mendekat, lalu dengan tenang duduk di sudut meja kerja. Jemari Roselyn bergerak cepat meraih lembaran berkas yang terserak, membacanya sekilas, hingg
Read more