مشاركة

Obsesi yang Hancur

مؤلف: Rainey Alta
last update تاريخ النشر: 2026-07-25 21:43:38

Roselyn masih terbenam di dada Kaelus ketika merasakan tubuh suaminya mendadak menegang. Insting sebagai seorang kesatria membuat pria itu langsung mengendus bahaya yang mengintai di dekat mereka.

Tanpa melepaskan pelukan, pria berambut perak itu memutar posisi tubuh, menyembunyikan Roselyn di balik punggung besarnya yang kokoh.

"Rose, mundurlah," bisik Kaelus, setelah m

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Bukti Cintaku

    Keheningan seketika menyelimuti kamar setelah kalimat itu lolos dari bibir Kaelus.Roselyn tidak langsung menjawab. Ia membalikkan tubuh dalam dekapan hangat Kaelus, menatap langsung wajah pria itu.Di luar jendela, salju Lancaster masih turun dengan lambat, perlahan menutupi noda darah di halaman dengan lapisan putih yang polos.Alam seakan tengah berusaha keras untuk berpura-pura bahwa tidak ada hal buruk yang baru saja terjadi malam itu.Namun, Roselyn tidak bisa ikut berpura-pura abai."Katakan sekali lagi," ucap Roselyn pelan."Aku cuma ingin cari tahu, kenapa kau bisa mengulang waktu, Rose."Ada semburat kegelisahan yang me

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Kembali ke Pelukanmu

    Februari datang bersama keping salju yang turun makin lebat tatkala kesatria Valthorne menyeret Derrick melewati gerbang halaman.Roselyn berdiri di sana, di atas tanah penginapan yang masih berlumur noda darah yang membeku. Tatapannya lurus memandangi punggung pria berambut hitam itu hingga benar-benar menghilang di balik tikungan jalan.Angin malam yang menusuk langsung menghantam kulitnya yang hanya terbungkus gaun tipis, yang kini sudah koyak dan kotor di beberapa bagian.Kaelus berdiri tepat di belakang. Tidak ada satu pun aksara yang keluar, tidak pula menyentuh sang istri.Pria itu hanya ada di sana, memilih kebisuan sebagai satu-satunya bahasa saat melindungi wanitanya."Kael." Roselyn menatap sang suami.

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi    Obsesi yang Hancur

    Roselyn masih terbenam di dada Kaelus ketika merasakan tubuh suaminya mendadak menegang. Insting sebagai seorang kesatria membuat pria itu langsung mengendus bahaya yang mengintai di dekat mereka.Tanpa melepaskan pelukan, pria berambut perak itu memutar posisi tubuh, menyembunyikan Roselyn di balik punggung besarnya yang kokoh."Rose, mundurlah," bisik Kaelus, setelah mengecup lembut ubun-ubun sang istri.Roselyn baru saja melangkah satu kaki ke belakang ketika kilatan logam meluncur dari arah pintu belakang yang masih menganga.Kaelus bergerak secepat kilat, menangkis tebasan mendadak itu dengan sarung pedangnya yang bahkan belum sempat tercabut.Trang!Kedua senj

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Aku Menemukanmu

    Lancaster akhirnya muncul di balik tirai salju yang menipis. Atap-atap rumah penduduk mengintip dari kejauhan, tampak seperti sebuah janji yang nyaris terpenuhi.Kaelus menahan tali kendali kudanya tepat di gerbang kota, langsung menyebarkan pasukan ke beberapa arah sekaligus."Periksa setiap penginapan di sepanjang jalan utama," titahnya pada sang kapten, tegas tanpa keraguan.Para kesatria yang dipimpin pun segera berpencar. Derap kaki kuda mereka memecah keheningan jalanan kecil yang mulai sepi akibat hantaman badai.Belum genap sepuluh menit, salah satu kesatria sudah kembali dengan napas terengah-engah."Tuan! Sebuah penginapan di ujung jalan, pemiliknya bilang ada rombongan yang datang kemarin dan meny

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Menembus Badai

    Keheningan itu terasa seperti pisau yang ditahan tepat di atas leher Cedric. Ia menatap Kaelus lama, mencari celah keraguan di wajah datar itu.Akan tetapi, yang ditemukan hanya aura dingin milik seseorang yang sudah lama mengantongi kebenaran. Atau lebih tepatnya, tidak membiarkan kebenaran itu memacu benci yang menghancurkan diri sendiri."Siapa yang memberitahumu?" Suara Cedric akhirnya bergetara, lebih pelan dari yang diinginkan."Itu tidak penting.""Kukira mendiang kaisar sudah menghabisi pengikut ayahmu. Bahkan catatan tentang ciri-ciri keluarga pewaris tahta sudah dibakar.""Kejahatan pasti terbongkar, Cedric."Pria bermata emas itu diam sejenak. Beberapa detik kemud

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Keturunan Asli Kaisar

    Cedric berdiri di dekat jendela besar aula utama, menatap hamparan salju yang mulai memutih di halaman istana.“Harusnya Duke sudah jauh, ‘kan?” tanyanya pada sang sekretaris.“Benar. Yang Mulia sudah berbaik hati membantu, harusnya Duke sudah menyeberangi laut sekarang. Lebih baik Anda berhenti mengurung Grand Duke Valthorne, Yang Mulia. Dia sudah membuat keributan sejak kemarin."“Sampaikan pada tamu kita, temui aku.”Sang sekretaris membungkuk rendah, lalu berbalik melangkah meninggalkan aula. Ia berjalan cepat menemui Kaelus.Begitu pintu besar itu terbuka, tatapan menyeramkan dari manik merah langsung menyambut. Pria paruh baya yang biasanya angkuh di depan para bangsawan rendah itu mendadak kehilangan keberanian. Ia memaksakan seulas senyum santun yang tampak kaku.“Kaisar mengizinkan Anda menemuinya.”Kaelus bangkit tanpa menjawab. Tubuhnya kaku setelah semalaman terjaga, tetapi langkahnya cepat dan tegas menyusuri koridor panjang menuju ruang kerja Cedric.Di balik meja yang

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Gadis Tanpa Keluarga

    Kabin utama kapal itu jauh dari kata sempit. Dinding kayu yang dipoles mengkilap memantulkan cahaya temaram dari lampu gantung yang bergoyang lembut mengikuti irama ombak. Beberapa pria berseragam hitam berjaga di depan pintu tanpa sepatah kata.Sementara itu, Roselyn sudah selesai membersihkan dir

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Fajar di Pelukanmu

    Roselyn menutup pintu kamarnya dengan hati-hati. Ia menahan diri, meski jiwanya menjerit ingin membanting pintu itu sampai hancur.Sarung tangan sutranya ditanggalkan, perhiasan dilepas satu per satu. Mutiara dan permata mahal itu jatuh berserakan di atas meja rias tanpa dipedulikan. Ia duduk sejen

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Luka yang Membiru

    Roselyn berlari keluar tanpa menoleh lagi. Hawa dingin malam itu terasa menusuk kulitnya yang hanya terbalut gaun tipis. Namun, itu tak sebanding dengan jantung yang nyaris copot. Berdebar antara cemas dan puas karena baru saja menendang ego sang Duke.Empat jam menuju rumah pun terasa seperti siks

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Kesucian yang Ditanggalkan

    "Buktikan cintamu, Lady. Coba layani aku malam ini."Suara itu terdengar lembut. Namun, bukan melodi, melainkan lonceng kematian.Roselyn bergeming di atas marmer dingin, membiarkan lututnya mati rasa. Kehormatan sebagai putri tunggal Count Sirius pun sudah lama ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status