Di sudut terdalam kediaman keluarga Chen yang megah, terdapat sebuah ruangan yang selalu terkunci rapat dari dunia luar. Ruangan itu tidak berisi tumpukan emas atau dokumen rahasia negara, melainkan sebuah kuil obsesi yang dibangun dengan teliti oleh Chen Yuan. Di sana, aroma tinta segar bercampur dengan wangi kayu cendana, menciptakan suasana yang menyesakkan namun memikat bagi jiwa yang sedang sakit.Chen Yuan berdiri di depan sebuah kanvas besar yang baru saja ia selesaikan. Napasnya teratur, namun matanya memancarkan kegilaan yang sunyi saat ia menatap hasil karyanya. Di atas kanvas itu, sosok Murong Shi tampak begitu hidup. Detailnya nyaris menakutkan: lengkungan alisnya yang tegas saat ia sedang berpikir tentang bisnis kainnya, binar matanya yang cerdas namun dingin, hingga tahi lalat kecil di sudut leher yang hanya bisa terlihat jika seseorang berdiri sangat dekat dengannya."Sedikit lagi," gumam Chen Yuan, jemarinya yang panjang mengelus permukaan udara di depan kanvas, seol
더 보기