Angin malam berembus kencang, menyapu dedaunan kering di pelataran taman belakang Kediaman Long. Di bawah bayang-bayang taman paviliun yang diterangi remang cahaya lampion, atmosfer terasa mencekam, seolah-olah udara pun segan untuk mengalir. "Xinxin! Apa yang kau lakukan di sini?" Suara bariton itu menggelegar, memecah kesunyian malam. Long Xuan muncul dari kegelapan, jubah hitamnya berkibar tertiup angin. Wajahnya tampak gelap, memancarkan kemarahan yang tertahan. Langkah kakinya yang berat berdentum di atas lantai kayu paviliun, menciptakan irama ancaman yang membuat bulu kuduk berdiri. Matanya yang tajam beralih secepat kilat dari Yuexin ke Liya yang berdiri mematung namun tetap tenang. "Xuan ... aku hanya ingin menyapa Nyonya Muda. Udara malam ini indah, aku tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini," ujar Yuexin. Dalam sekejap, wajahnya berubah, keangkuhan yang tadi dipamerkan luruh berganti topeng kepolosan yang rapuh. Ia menunduk, memainkan ujung selendangnya seolah
Read more