“Apa yang kau lakukan, Yuwen Shuang?” Nada suara Ling Xuanye tenang, tak ada emosi sedikitpun. Justru itu yang membuat napas Yuwen Shuang terhenti selama beberapa detik.Wajahnya semakin pucat, keringat mengucur dari dahinya. Tali di pergelangan tangannya yang hampir terurai masih menyisakan serat-serat yang menggantung. Besi pipih itu tergeletak tidak jauh dari ujung jarinya.Tatapan Ling Xuanye turun perlahan ke sana. Langkahnya masuk ke dalam ruangan terdengar pelan, tetapi setiap hentakan seolah jatuh tepat di dada Yuwen Shuang.Pintu tertutup di belakangnya.“Kau bahkan belum satu malam berada di sini,” ujarnya lirih, “dan sudah mencoba melarikan diri.”Ia berhenti di hadapan Yuwen Shuang. Bukan marah dengan suara keras. Bukan pula dengan gerakan kasar. Namun tekanan yang memenuhi ruangan itu berubah.Udara terasa lebih berat.Ling Xuanye berjongkok, meraih pergelangan tangan Yuwen Shuang tanpa peringatan.Sentuhannya dingin.Ia mengangkat tangan itu sedikit, memperlihatkan tal
続きを読む