Selir Wei Ruyin melirik pada Han Ruoxi. Hanya sekilas, kemudian ia kembali menatap Yuwen Shuang.“Lalu, di mana suamimu, Shuang’er?” Pertanyaan itu membuat Yuwen Shuang terdiam. Rasa sesak kembali hadir, ia tetap mempertahankan senyumannya. Rasa sesak itu hanya berlangsung sesaat. Yuwen Shuang menurunkan pandangannya, seolah sedang merapikan ujung lengan bajunya sebelum kembali mengangkat wajah dengan tenang.“Jenderal sedang berada di barak militer,” jawabnya lembut. “Ada urusan yang harus segera ditangani sejak kemarin sore.”“Begitu .…” Selir Wei Ruyin mengangguk pelan. Jemarinya masih menggenggam tangan Yuwen Shuang, namun tekanannya nyaris tak terasa. “Urusan militer memang selalu datang tanpa mengenal waktu.”Nada suaranya terdengar penuh pengertian, tetapi tatapannya sekilas kembali melayang ke arah Han Ruoxi yang berdiri tidak jauh dari sana.“Baru beberapa hari menikah sudah harus berpisah kembali,” lanjutnya lirih, seolah berbicara pada dirinya sendiri. “Kau pasti merasa k
続きを読む