Aline terbangun di tengah malam, napasnya tersengal, dia langsung terduduk. Tubuhnya dibasahi keringat, seolah dia baru ditarik paksa dari mimpinya. Aline menarik napas, mencoba menstabilkan dirinya. Rasanya panas, begitu sesak. Setiap dia memejamkan mata, kejadian itu terus mampir di kepalanya. Soal lumbung yang terbakar. Aline ingat, sebelum tragedi gudang berdarah yang menewaskan ratusan orang. Ada tiga lumbung yang terbakar. Aline segera mengambil pena bulunya, dia mencatat di catatan kecilnya. Dia sudah tahu rangkuman sebagiannya. "Tiga lumbung terbakar, sebelum kejadian itu. Artinya, lumbung ini sengaja dibakar, agar menyisakan satu gudang dengan makanan yang semua sudah diracun, hingga menewaskan ratusan orang, baik warga biasa maupun prajurit." Aline mencatat segalanya. Pertanyaannya, gudang mana yang sudah diracun, dan lumbung mana yang akan terbakar. "Daerah dekat benteng punya dua lumbung, kemarin saat perjalanan aku lihat satu, tapi satu lagi di mana ya?" Aline la
続きを読む