Sofia menarik napas panjang, mencoba meredam gemuruh di dadanya yang kian sesak. Ia menoleh sekilas pada Evan, menatap pria itu dengan sorot mata yang sarat akan permusuhan. "Tenang saja," sahut Sofia ketus, suaranya nyaris berupa desisan yang tajam. "Aku tidak akan pernah sudi meminta bantuanmu, apalagi sampai merepotkanmu." Evan hanya menanggapi dengan senyum miring yang provokatif. Tanpa membalas lagi, ia menekuk kedua tangannya di depan dada, menyandarkan kepala pada kursi pesawat yang nyaman, lalu memejamkan mata dengan tenang, seolah kehadiran Sofia yang penuh emosi itu hanyalah angin lalu baginya. *** Jayakarta Di saat yang sama, suasana di sebuah rumah sakit swasta di Jayakarta tampak sibuk. Sintia melangkah terburu-buru menyusuri koridor rumah sakit, diikuti oleh Ratu di belakangnya. Wajah Sintia tampak tegang, ia benar-benar mengira Sofia tergeletak tak berdaya di salah satu bangsal di sana. Namun, begitu sampai di meja informasi, langkahnya terhenti. "Maaf, Ibu? P
Last Updated : 2026-04-19 Read more