Rendra hanya menggeleng-gelengkan kepala, helaan napas pendek keluar dari sela bibirnya yang semula terkatup rapat. "Kamu ini, seperti anak kecil," gumamnya rendah, namun ada nada geli yang tersembunyi di balik otoritas suaranya. Sera spontan mengerucutkan bibir, menatap Rendra dengan tatapan protes yang jenaka. Ia perlahan bangkit berdiri, masih dengan telapak tangan yang menadah, memerhatikan makhluk kecil bercangkang itu dengan penuh minat. "Ini namanya eksplorasi, Tuan. Bukan kekanak-kanakan," sahutnya membela diri. Namun, tepat saat kalimat itu usai, Sera tiba-tiba memekik kecil. "Aduh!" Ia mengibaskan tangannya dengan panik. Rupanya, si umang-umang kecil itu merasa terancam dan memutuskan untuk menyematkan capit mungilnya tepat di sela jari Sera. Sera meringis, wajahnya berkerut menahan perih yang berdenyut tiba-tiba. Namun, sedetik kemudian, ekspresinya berubah drastis. Bukannya marah pada makhluk itu, Sera justru buru-buru berjongkok kembali di atas pasir yang basah. Ia
Last Updated : 2026-04-21 Read more