Sera mematung. Pertanyaan yang meluncur begitu tenang dari bibir Rendra justru terasa seperti dentuman di telinganya. Ia mengerjap, matanya membelalak menatap pria yang masih duduk santai di sofa itu. Sera tidak menyangka Rendra akan bertanya, seolah pria itu baru saja menggali isi hatinya. Perasaan tidak enak mendadak merayap di dada Sera. Sera menggigit bibir bawahnya, merasa cemas jika jawabannya nanti akan membuat Rendra menganggapnya sebagai orang yang tidak tahu aturan. Ia takut dianggap terlalu sensitif atau, lebih buruknya dianggap sebagai pengadu yang tidak bisa menerima ketegasan Sofia. Sera sempat terpikir untuk diam tak menjawab, namun keheningan yang membentang di antara mereka terasa menyesakkan jika dibiarkan terlalu lama. Ia lantas menarik napas panjang, mencoba menata kata-kata di kepalanya agar tidak terdengar seperti sebuah keluhan kekanak-kanakan. "Mungkin saya hanya belum terbiasa, Tuan," jawab Sera akhirnya dengan suara pelan. "Saya rasa, saya hanya kur
Last Updated : 2026-02-21 Read more