Sera merasakan denyut di pelipisnya semakin menguat, namun rasa panas yang menjalar di dadanya jauh lebih membakar daripada demam yang ia rasakan.Sera melangkah maju, memperpendek jarak dengan Karina hingga ujung sepatu mereka nyaris bersentuhan. Matanya menatap lurus, tajam, dan tidak berkedip."Sok tahu sekali kamu, Karina," desis Sera. Suaranya rendah, namun penuh penekanan yang membuat suasana mendadak sunyi. "Aku sama sekali tidak merengek. Dan asal kamu tahu, tanpa aku perlu membuka mulut untuk merengek pun, suamiku sudah tahu apa yang aku inginkan."Karina tergelak, sebuah tawa sumbang yang sengaja dibuat untuk menutupi keterkejutannya atas keberanian Sera. Ia melipat tangan di depan dada, menatap Sera dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Oh, jadi benar, kamu sedang memanfaatkan posisimu sekarang? Aku pikir kamu punya sedikit harga diri untuk tidak berbuat semacam itu.”Sera tidak memalingkan wajah. Alih-alih tersinggung, ia justru menarik sudut bibirnya, membentuk
Última atualização : 2026-02-26 Ler mais