Penyatuan yang penuh pergulatan batin itu akhirnya menyisakan keheningan di dalam tenda, hanya suara embusan napas yang tadinya memburu perlahan mulai teratur.Rendra masih memeluk tubuh Sera, seolah tidak ingin memberikan satu inci pun jarak di antara mereka. Ia perlahan menjauhkan wajahnya, menatap lurus ke dalam netra Sera yang masih berkaca-kaca.Dengan gerakan yang sangat lembut, jemari Rendra yang masih terasa hangat merambat naik, mengusap sudut mata gadis itu yang basah. "Terima kasih," bisiknya parau, suaranya mengandung ketulusan. "Terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan nyawaku lagi."Rendra terdiam sejenak, menatap wajah Sera yang nampak begitu lelah dan rapuh di bawah temaram lampu darurat. Ada guratan penyesalan yang mendalam di wajah tegasnya. “Maaf, jika aku menyakitimu," tambahnya lagi dengan nada rendah.Sera tidak menjawab. Ia hanya diam, membiarkan jemari Rendra menyentuh kulitnya, sementara pikirannya masih berkelana pada apa yang baru saja mereka lalui.Sera
Dernière mise à jour : 2026-03-10 Read More