“Seharusnya kau tidak lancang membawa ratu begitu saja tanpa memberikan laporan resmi pada kurir militer,” Alex langsung menegur Liam dengan tatapan yang seolah menggulitinya habis-habisan. Sebetulnya, bukan benar-benar menegur, melainkan mencari kesalahan pria bertampang malaikat itu. “Gara-gara tindakanmu, pasukanku bergerak sia-sia.”Liam tampak tenang. Dan, memang pria itu selalu menampakan sikap tenang saat berhadapan dengan siapapun. Namun, sisi lain yang ia sembunyikan adalah rencana yang tersusun di kepalanya. Pria itu tipikal orang yang tampak pendiam, tetapi diam-diam menghanyutkan. Sisi lain, Isabella sedikit risau melihat keberadaannya. Bukan tidak bersyukur melihat sang Ratu selamat karena aksi penyelamatannya. Namun, ia bisa menangkap sebuah tatapan yang … memiliki kepentingan terselubung. Semoga saja, pemuda itu tidak melakukan sesuatu yang membahayakan posisi dirinya di istana. “Maafkan hamba Yang Mulia, hamba tidak bermaksud lancang. Saat itu hamba hanya berusaha me
Read more