å…±ęœ‰

Author's note

ä½œč€…: Piemar
last update 公開旄: 2026-05-17 22:24:56

Hai, Author Piemar menyapa šŸ’•

Peluk jauh untuk para pembaca manisku yang selalu jadi mood booster author untuk terus menulis dan melanjutkan cerita ini. Setiap komentar kalian benar-benar jadi vitamin sekaligus penyemangat buat author.

Terima kasih banyak untuk para pembaca setia yang sudah menikmati kisah Bella dan Alex sampai sejauh ini. Author juga sangat berterima kasih atas semua bentuk dukungan kalian, baik komentar positif, gem, maupun gift. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian dengan berlipat ganda. Aamiin.

Saran dan kritik yang membangun tentu sangat author terima dengan senang hati, ya. 

Dan sebelumnya, author juga mau minta maaf karena belum bisa membalas komentar satu per satu. Saat ini author menulis menggunakan website, jadi author masih bisa membaca semua komentar kalian, tetapi cukup terbatas untuk membalasnya secara langsung. Kalau ingin membalas komentar, author harus membuka aplikasi terlebih dahulu.

Meski begitu, percayalah… setiap dukungan dan komentar kalian tetap author baca dan hargai sepenuh hati 🫶

ć“ć®ęœ¬ć‚’ē„”ę–™ć§čŖ­ćæē¶šć‘ć‚‹
ć‚³ćƒ¼ćƒ‰ć‚’ć‚¹ć‚­ćƒ£ćƒ³ć—ć¦ć‚¢ćƒ—ćƒŖć‚’ćƒ€ć‚¦ćƒ³ćƒ­ćƒ¼ćƒ‰

ęœ€ę–°ćƒćƒ£ćƒ—ć‚æćƒ¼

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 173

    Suasana mendadak hening. Hanya deru napas yang terdengar berat. Atau lebih tepatnya, semua orang menahan napas melihat bagaimana sang putra mahkota menatap istrinya. Wajahnya yang awalnya kecut karena rasa letih sepulang dari perbatasan Barat, sekarang bertambah pula makin kecut ketika mendapati istri pertamanya yang berusaha memprovokasinya dengan memfitnah istri keduanya. Tatapan Alex tajam tertumbuk pada wajah Helena yang terlihat menunduk dalam. Setelah ia berusaha keras membuat alasan untuk membenarkan tindakannya, akhirnya ia hanya bisa menundukkan wajahnya. Tak berani bertemu pandang dengan suaminya. ā€œAku sudah memberimu kesempatan lebih dari dua kali. Ralat, berkali-kali! Tapi … kau terus mengabaikannya. Sebaliknya, kau terus mengulangi kesalahanmu lagi dan lagi. Ini sudah tidak bisa ditoleransi. Sebagai hukuman dariku, kau akan tinggal di paviliun Rosemary dan kucabut hakmu untuk mengelola istana Rose hingga musim semi mendatang.ā€Hening. Namun sedetik kemudian Helena menje

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 172

    Alex Harrington tiba di istana utama dengan penampilan yang jauh dari kata rapi. Jubah militernya berdebu, rambutnya berantakan seperti tertiup angin puting beliung dan napasnya sedikit memburu setelah memacu kuda tercepatnya dari perbatasan utara seperti orang gila. Noah yang mengekor di belakangnya bahkan nyaris kehabisan napas demi mengimbangi langkah lebar sang panglima. Tujuan utama Alex hanya satu yaitu Paviliun Honeysuckle. Ia sudah menyiapkan sederet pertanyaan interogatif dingin untuk istri keduanya yang sudah berani mengabaikannya selama seminggu penuh. Tidak ada surat untuknya. Apakah ia tidak memperdulikan suaminya sama sekali? Ada banyak pikiran buruk berjejalan di kepalanya hingga terasa gaduh. Namun, begitu pintu paviliun dibuka. Zonk! Paviliun itu rapi, sunyi, dan kosong melompong. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari wanita berambut madu yang belakangan ini mengacaukan isi kepalanya.ā€œDi mana Isabella?ā€ tanya Alex, suaranya merendah berbahaya, membuat para pel

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 171

    Mendengar kabar dari pelayan, perasaan Isabella berkecamuk. Ia berlari menuju pintu keluar disusul oleh pelayan tadi. Namun, apa yang ia lihat. Sebuah pasukan berkuda dengan zirah ksatria level bawah. Salah satunya turun dan berjalan ke arah mereka. Isabella menoleh perlahan ke arah pelayan yang tadi memanggilnya dengan wajah melotot jengkel. 'Tadi katamu pengawal Ratu Cecilia!' tuntut Isabella lewat tatapan matanya. Rasanya, ia ingin mencakar wajahnya. Pelayan itu hanya bisa menyengir kuda, menunduk ketakutan sembari merutuk dalam hati karena salah mengenali lambang zirah ksatria. Maklum, pelayan pinggiran jarang melihat orang penting istana. Karena takut dimarahi, pelayan itu buru-buru melarikan diri. ā€œIsabella? Em, Duchess Isabella.ā€Suara bariton yang jernih memecah kecanggungan. Mata pemuda itu langsung berbinar, melebar sempurna begitu mendapati sosok Isabella berdiri di sana. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Dengan sigap, Liam langsung membungkuk horm

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 170

    …Hampir seminggu lamanya, Isabella berada di kediaman Laurent, menghabiskan seluruh waktu dan energinya untuk merawat sang ayah. Di bawah penanganan tabib dari timur yang menggunakan jarum akupunktur dan ramuan herbal Timur, kondisi Roberto perlahan menunjukan kemajuan. Detoksifikasi dan sirkulasi darah pria itu berjalan lancar dan kembali normal tanpa melalui bloodletting yang membahayakan. Selama itu pula, ia tidak diganggu oleh Alice karena perubahan instan sikap Olivia, ibu tiri oportunis itu. Wanita paruh baya yang biasanya hobi berteriak itu kini menjelma menjadi sosok ibu tiri yang luar biasa pengertian, ramah, dan luar biasa rajin. Tentu saja, Isabella tahu persis tidak ada yang gratis dari kebaikan Olivia. Semua itu murni karena Olivia ogah merawat suami yang cacat atau menjadi beban finansial seumur hidupnya. Ditambah lagi, dompet tebal Isabella sebagai istri pangeran adalah jaminan masa depan yang tidak boleh ia sia-siakan.Hari itu, Isabella berencana akan pulang ke i

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 169

    ā€¦ā€œHati-hati kalau bicara, Alice!ā€ Pekik Isabella menahan pergelangan tangannya dengan remasan kuat. Mungkin selama ini Isabella asli selalu mengalah padanya dan menerima perlakuan apapun dari dirinya. Namun, tidak kali ini. Sudah saatnya, ia membalas perlakuannya. Bahkan gara-gara dia, Isabella harus menggantikan posisinya menjadi seorang istri kedua di istana yang penuh intrik. Isabella cukup lama mencekal pergelangan tangan Alice. Ke dua pasang mata bertemu dengan tatapan yang sengit. Alice tidak bisa bergerak sama sekali. Ia tidak pernah menyangka jika kekuatan Isabella jauh di atasnya. Sebetulnya, apa yang ia makan hingga ia memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melawannya.Suara langkah kaki terdengar cukup keras, tabib bermata sipit itu sudah selesai melakukan pertolongan pertama pada Roberto.Isabella melepas cekalan tangannya cukup keras. Mereka pun memutuskan untuk melakukan gencatan senjata demi ayah mereka.Keduanya masuk melihat kondisi Roberto. Saat ini kondisi Robe

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 168

    Isabella merutuk dalam batinnya. Kenapa dia tidak membawa masuk para pengawalnya. Ia hanya menyuruh mereka menunggu di halaman. Jika tahu lebih awal, tidak akan adanya keributan. Padahal di sana, ia hanya ingin menjenguk sang ayah. Sialnya, justru ia malah menemukan sang ayah yang sakit kritis dan sebentar lagi akan menjadi korban malpraktik tabib kuno. Di kehidupan modern, ayahnya hanya perlu mendapat transfusi darah. Namun, naasnya, zaman itu bahkan belum mengenali istilah golongan darah alih-alih transfusi darah pada pasien yang kehabisan darah. Namun, Isabella tidak kehilangan akal. Ia tidak langsung memberontak dengan mengeluarkan jurus boxing–nya secara brutal. Saat kedua pengawal hendak menyeretnya lebih jauh, gadis itu sengaja melemaskan bobot tubuhnya, membuat tumpuan berat pengawal limbung ke depan. Tepat di detik itu, Isabella menyentakkan kedua sikunya ke belakang dengan telak, menghantam ulu hati pengawal sebelah kanan hingga pria itu terbatuk kesakitan dan melepaskan

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 10

    ā€œApa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?ā€ Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. ā€œNyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAMĀ Ā Ā Bab 7

    ā€œApa yang kau katakan tadi?ā€ tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. ā€œDuchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.ā€Seketika udara terasa me

ē¶šćć‚’čŖ­ć‚€
ē„”ę–™ć§é¢ē™½ć„å°čŖ¬ć‚’ęŽ¢ć—ć¦čŖ­ć‚“ć§ćæć¾ć—ć‚‡ć†
GoodNovel ć‚¢ćƒ—ćƒŖć§äŗŗę°—å°čŖ¬ć«ē„”ę–™ć§ļ¼ćŠå„½ććŖęœ¬ć‚’ćƒ€ć‚¦ćƒ³ćƒ­ćƒ¼ćƒ‰ć—ć¦ć€ć„ć¤ć§ć‚‚ć©ć“ć§ć‚‚čŖ­ćæć¾ć—ć‚‡ć†ļ¼
ć‚¢ćƒ—ćƒŖć§ē„”ę–™ć§ęœ¬ć‚’čŖ­ć‚€
ć‚³ćƒ¼ćƒ‰ć‚’ć‚¹ć‚­ćƒ£ćƒ³ć—ć¦ć‚¢ćƒ—ćƒŖć§čŖ­ć‚€
DMCA.com Protection Status