"Maaf, saya terlambat." Damian menatap semua orang di depannya dengan senyum menyesal. Pandangannya berhenti beberapa detik pada seorang perempuan cantik yang dia ketahui sebagai calon tunangannya. "It's okay. Makan malam ini masih bisa menunggu, Damian. Kami semua mengerti kalau kamu pasti sibuk di kantor." Hartanto menjawab dengan senyum lebar. Selalu ada pemakluman untuk calon menantu barunya. "Anda baik sekali, Pak Hartanto. Sejujurnya ya, kami hampir terbiasa dengan keterlambatan ini. Jeremy mungkin datang tepat waktu karena istrinya tapi Damian bahkan membuat mamanya harus merengut terlebih dahulu." Gelak tawa langsung menggema karena gurauan Rudi Zahid, termasuk Karala yang sedang memperhatikan Damian yang kini duduk di depannya. "Bu Mahiya, pasti sayang sekali dengan keduanya meski mereka sudah dewasa, hehehe ...." Mahiya tersenyum. Pernyataan itu tentu saja benar adanya. "Saya sering merindukan masa-masa mereka masih kecil dan ada selalu menempel pada saya. Jadi,
Last Updated : 2026-02-23 Read more