Share

Bab 8. Mobil

Penulis: Aruna lullaby
last update Tanggal publikasi: 2026-02-23 17:18:29
"Maaf, saya terlambat."

Damian menatap semua orang di depannya dengan senyum menyesal. Pandangannya berhenti beberapa detik pada seorang perempuan cantik yang dia ketahui sebagai calon tunangannya.

"It's okay. Makan malam ini masih bisa menunggu, Damian. Kami semua mengerti kalau kamu pasti sibuk di kantor." Hartanto menjawab dengan senyum lebar. Selalu ada pemakluman untuk calon menantu barunya.

"Anda baik sekali, Pak Hartanto. Sejujurnya ya, kami hampir terbiasa dengan keterlambatan ini
Aruna lullaby

Jangan lupa komentarnya ya biar semangat 🙏🏻🙏🏻💪🏻💪🏻

| 1
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 23. Pesta

    Lampu kristal berukuran besar menggantung megah di langit-langit ballroom hotel bintang lima, Smith Hotel yang malam itu telah dipenuhi oleh para sosialita, publik figur hingga pengusaha-pengusaha ternama. Alunan musik jazz mengalun pelan bercampur dentingan gelas champagne dan suara percakapan para tamu undangan yang saling bersahutan.Di tengah ruangan utama, deretan etalase kaca panjang memamerkan koleksi perhiasan terbaru dari brand luxury internasional yang bernama Bvndari. Perusahaan terkenal itu baru saja melakukan private launching di Jakarta. Berlian, emerald hingga sapphire dengan potongan eksklusif dipajang di atas bantalan hitam mewah dan dijaga ketat oleh beberapa petugas keamanan bersarung tangan putih.Acara tersebut bukan hanya sekadar peluncuran koleksi perhiasan. Namun juga menjadi tempat berkumpulnya para kalangan elite untuk memperlihatkan koneksi, status sosial dan kehidupan sempurna mereka.Termasuk Andira Zahid yang juga hadir bersama teman-teman sosialitanya. M

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 22. lift

    Karala melangkah masuk ke dalam ruangan CEO sekaligus Presiden Naratama Group yang berada di lantai 27. Hartanto Naratama terlihat sedang menandatangani beberapa dokumen di atas meja kerjanya. Setelah beberapa detik, barulah lelaki paruh baya itu mengangkat kepala untuk menatap putrinya. "Papa mendengar dari asistenmu kalau lusa kamu akan berangkat ke luar negeri?" Tanya Hartanto dengan kening berkerut. Dipandangi Karala dengan serius. Wajah sang putri benar-benar mirip dengan sang mantan istri. "Iya. Saya harus menghadiri pesta pernikahan salah satu teman baik di Australia, Pak." Jawab Karala dengan tenang. Sudah barang tentu kalau dia sedang berdusta saat ini. Hartanto mendengkus tidak suka. Penjelasan Karala rasanya tidak memuaskannya. "Apakah kehadiranmu sangat penting sampai kamu harus meninggalkan pekerjaan di perusahaan, Kara? Timeline proyekmu tidak kecil apa lagi di hari menjelang pertunangan." Karala tersenyum. Sudah dia duga kalau hal ini akan mengganggu ayahnya. Lel

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 21. Poin

    Sekitar 10 menit kemudian, Andira Zahid dipersilahkan Lina untuk segera masuk ke dalam ruangan sang bos. Seperti yang dibayangkan, wajah sang model langsung berubah terkejut karena mendapati sosok Jeremy yang sedang duduk sambil memegang beberapa kertas laporan dengan kaki yang bersilang. "Silahkan duduk, Bu Andira. Maaf membuat anda menunggu." Karala menyambut sang tamu dengan ramah. Senyum di bibir perempuan itu tak luntur saat memberikan isyarat kepada Lina. "Kebetulan sekali, kedatangan anda bersamaan dengan meeting kami berdua." Andira memperhatikan tangan Karala yang mengambang di depannya lalu perempuan itu segera meraihnya agar mereka bisa saling berjabat tangan. "Terima kasih." Jeremy tersenyum lalu menepuk kursi di sebelahnya sebagai isyarat. Tak menunggu lama, Andira segera duduk di samping suaminya. "Apa kamu bosan menunggu tadi?" Tanya Jeremy setengah berbisik. Sudah jelas tujuannya agar Andira tidak curiga. Andira menghela nafas. Tak pernah terbesit sekalipun

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    20. Tamu

    Pesta ulang tahun telah berakhir, kini Damian dan Karala sedang dalam perjalanan pulang. Kali ini tujuan mereka bukan rumah utama Naratama melainkan sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota. Apartemen itu merupakan salah satu tempat tinggal Karala selama ini. "Saya minta maaf kalau beberapa sepupu saya menggoda Bu Karala malam ini." Damian melirik Karala yang duduk di sebelahnya. Wajah lelaki itu nampak menyesal mengingat apa yang terjadi saat dia memperkenalkan calon tunangannya itu pada beberapa kerabat yang juga hadir di pesta. Karala tersenyum. Ternyata ciuman mereka pada game sebelumnya, diam-diam telah menarik perhatian beberapa sepupu Damian yang hadir. Mereka begitu heboh menggoda sulung Zahid dan dirinya. "Saya malah senang mereka menyukai saya, Pak. I'm a good kisser, right?" Damian berdehem pelan lalu menjilat bibirnya pelan. Rasa manis bibir Karala ternyata masih terasa di sana. Sungguh, perempuan itu benar-benar di luar ekspektasinya malam ini. "Yeah.... meng

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 19. Truth or Dare

    "Dare." Karala menaikkan alisnya mendengar jawaban Jeremy. Melihat kepribadian sang kekasih, sudah dia duga kalau lelaki itu akan memilih Dare. Jeremy Zahid jelas lebih menyukai melakukan sesuatu dari pada berkata jujur pada mereka. "Kalau begitu aku yang akan mengajukan permintaan." Andira memperhatikan Damian dan Karala secara bergantian. Tentu saja perihal Jeremy harus tentang dirinya. "Sekarang mas Jeremy telepon seseorang yang berada di panggilan terakhir ponselmu lalu cobalah berikan rayuan padanya?" Jeremy menaikan alisnya lalu merogoh ponsel yang ada di saku celana. Melakukan apa yang Andira perintahkan, lelaki itu kemudian menekan panggilan telepon pada kontak terakhir yang berada di log panggilan. Andira tersenyum lalu mengangkat ponselnya yang berdering pada semua orang. Nama kontak 'my husband' muncul pada layar dengan icon love berwarna merah. Semua seperti yang dia harapkan. "Halo ...." Ujar Andira setelah menggeser icon hijau ke kanan. Perempuan itu sengaja me

  • Cinta Terlarang Sang Pewaris    Bab 18. Ulang tahun

    "Happy birthday to you ..." "Happy birthday to you ..." "Happy birthday to you ..." Ucapan selamat ulang tahun menggema memenuhi ruangan yang telah di booking khusus itu. Semua orang yang ada disana menyanyikan dengan serentak, diiringi tepuk tangan dan musik yang semakin membuat suasana menjadi meriah. Seorang perempuan cantik yang menjadi main karakter malam ini, terlihat begitu stylish dengan dress soft pink dan berdiri tepat di depan sebuah cake bertema coquette empat tingkat berwarna senada dengan mahkota mewah dan lilin angka 25 yang menyala di atasannya. Karina Zahid yang merupakan adik sepupu dari Jeremy dan Damian Zahid nampak sangat bahagia sambil menatap teman-teman dan kerabatnya yang telah datang untuk merayakan pesta ulang tahunnya yang menuju kedewasaan. Karala sendiri sedang duduk di sofa, tepatnya di meja yang sama bersama Damian, Jeremy dan Andira yang juga ikut bertepuk tangan. Meski begitu, diam-diam perempuan itu tahu kalau seseorang sedang memperhatik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status