Suaraku terdengar kacau, bahkan di telingaku sendiri. Rasanya ingin menghilang saat itu juga. Kenapa harus sekarang? Kenapa harus di situasi seperti ini?Aku tidak berani menatapnya.Namun yang terjadi justru di luar dugaan.Alih-alih marah atau canggung, Nara malah tersenyum. Senyumnya lembut, bahkan sedikit geli, seolah apa yang terjadi bukan sesuatu yang memalukan.Lalu, tanpa peringatan, ia memelukku.Dadanya menempel erat di dadaku. Hangat.Aku membeku beberapa detik, benar-benar tidak mengerti bagaimana harus bereaksi.“Kenapa?” tanyaku akhirnya, masih dengan wajah bingung.“Kak Bayu,” katanya pelan, suaranya lebih lembut dibanding sebelumnya. “Aku sangat suka pada dirimu yang polos ini.”Aku mengerutkan kening, tidak langsung memahami maksudnya.“Semalam kita tidur bersama,” lanjutnya, masih dalam pelukannya, “dan kamu sama sekali tidak menjailiku.&rdquo
続きを読む