Seorang perempuan paruh baya bertubuh gempal, berdiri dengan tangan di pinggang, entah sejak kapan ia muncul. Kerudungnya sedikit miring, sorot matanya tajam dan penuh selidik. Aku refleks melirik Julia, jantungku berdegup tidak karuan.“Julia?” katanya lagi, menyipitkan mata. “Ini siapa? Hayo, kalian lagi ngapain?”Nada suaranya jelas bukan sekadar bertanya. Perempuan itu memicingkan matanya, menatap dengan penuh kecurigaan.“Um—” aku hendak bicara, tapi Julia sudah lebih dulu tersenyum kecil, senyum yang terlihat sopan dan tenang, terlalu tenang.“Kami mau ke rumah Pak RT, Bu,” katanya ringan. “Ini sepupuku, baru datang dari kota. Mau lapor.”"Ini Bu RT kita,
Read more