Aku menundukkan tubuh lebih rendah, hampir menempel pada tangki motor.Gas kupelintir habis. Motor pinjaman itu melesat cepat.Angin menghantam jaketku sampai berkibar liar.Speedometer melonjak. Menjadi 110, 111 lalu 120.Suara mesin memekakkan telinga.Perlahan-lahan aku kembali mendekat. Lampu belakang Julia semakin besar tanpak olehku, hampir menyamai motornya.Beberapa detik kemudian—Aku sudah berada tepat di sampingnya.Julia menoleh lagi. Kali ini ia benar-benar terkejut.Namun ia tidak menyerah.BRUmmmm!Ia menambah kecepatan lagi, mencoba menjauh.Kami berdua melaju berdampingan, dua motor yang sama-sama meraung di tengah jalan kosong.Di depan, tikungan terakhir mulai terlihat. Lampu-lampu dari garis akhir tampak seperti bintang kecil di kejauhan. Julia mengambil sisi dalam jalan.Posisi terbaik untuk sebuah balapan dengan tikungan berbahaya.Kalau aku tetap di b
Read more